Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Terlebih diawal bulan tahun2024 ini pekerjaan Rehabilitasi toilet / jamban yang berlokasi di SMP negeri 2 Cilebar, desa Tanjung sari Rt 06/rw 02 , kecamatan Cilebar , kabupaten Karawang ( jawa barat )
masih terlihat belum sepenuhnya selesai dan masih berantakan , Sementara dipapan proyeknya terpampang bahwa proyek tersebut dikerjakan mulai dari tanggal 20 September s/d tanggal 31 Desember tahun 2023.

Sementara para anak didik SMP begitu dikonfirmasi sama awak media beliau mengatakan ” bahwa kami bila ingin buang hajat kecil dan hajat besar hanya ditempat yang seadanya yang begitu kotor dan bau juga sangat menyengat kepada hidung , menurut anak sekolah yang dia sekolah ditempat tersebut yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kadang kadang kami pun kalau ingin buang hajat besar suka numpang dulu pak dan pulang dirumah teman yang dekat dengan Sekolah.
Ironisnya seolah ada kekompakan diantara Pemborong bangunan , Kepala sekolah juga ketua Komitenya , begitu kami dari awak media ingin Konfirmasi terkait pekerjaan tersebut, kepala sekolahnya tidak bisa ditemui dan menghindar , kami pun hanya bisa diterima oleh salah seorang guru dari perwakilan sekolah tersebut , juga ketua Komite sekolah SMP tersebut kami sengaja ditelpon melalui nomor celulernya beliau tidak juga mau mengangkatnya.

Sementara dilihat dari dekat terlihat sekali tumpukan tanah yang sangat acak-acakkan dan belum dirapihkan lagi pula kondisi pekerjaannya yang masih berantakan, seperti lubang tanah belum ditutup, selang-selang matrial, dan kondisi dalam ruangan kamar mandi yang acak-acakkan dengan tanah yang berserakan , padahal bangunan tersebut dengan anggaran yang sangat Pantastis yaitu Rp 102.899.000,-( Seratus dua juta delapan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah ) dengan waktu 90 hari kalender .
Pekerjaan tersebut diatas yang seharusnya sudah selesai tahun di 2023 , Pertanyaan kemudian , bagaimana pengawasan dari dinas terkait ? , lalu bagaimana pertanggungan jawaban mereka ( Pelaksana pekerjaan dan Dinas ) Mengapa bisa sampai hal seperti itu terjadi ?
Dan sampai berita ini diturunkan tak satu pun dari pihak manapun memberikan penjelasan kepada kami sebagai Media, Terutama dari pihak pelaksana, kepala sekolah juga ketua Komitenya .
(TS)





