Catatan Demokrasi

Jakarta – (SIN) – Pemilu serentak 2024 tinggal menghitung hari, waktunya Rakyat memilih pemimpin yang terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia kedepanya menuju Indonesia Emas dan didalam berpolitik secara Nasionalis bernegara adalah pilihan menjadikan sebuah apiliasi pemikiran dan tujuan yaitu dengan adanya sikap Pro dan Kontra,hal ini juga tidak terhindar dari sebuah konteks pertemanan dan persahabatan pada saat memilih jargon yang akan di pilih dan diusung agar menjadi menang nantinya,dengan demikian sejenak kita harus berfikir bijak berpolitik bukan akhir dari sebuah pertemanan dan persahabatan.

Seperti yang di kataka Sekretaris Jenderal (Sekjend) LSM GNRI Pusat, Joni Sudarso S.H M.H dalam kesempatan pada awak media SIN (Suara Investigasi News),4/02/024 dikantornya mengatakan,” Saat ini sang maestro sejati sudah mengambil sikap bahwa Presiden boleh kampanye tapi apakah Joko Widodo mengambil hak itu? Jawaban saya tidak karena Presiden Joko Widodo tidak ingin menyandera para elit politik untuk mendukung para paslonnya masing-masing yang hari ini masih ada di dalam Pemerintahan.” Paparnya.

Masih Ia menambahkan,saat ini sang maestro sudah membuat orkestra politik dan melahirkan perbedaan menjadi kebersamaan seperti halnya bak pepatah minyak dan air tidak dapat bercampur itu hal yang mustahil terjadi akan tetapi saya yakin sang maestro mempunyai tujuan yang baik agar minyak dan air agar bisa bersama sama untuk memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju keemasan pada waktunya,” Pungkas Joni Sudarso S.H M.H

Pada sila ke 3 Persatuan Indonesia sudah mulai terlihat adanya komunikasi antara Paslon 1 dan 3 sedangkan paslon no urut 2 sudah melakukan lebih awal ini dari strategi sang maestro selebihnya diharapkan sila ke 5 dapat terwujud seperti cita-cita pendiri Bangsa Indonesia sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta tidak menjadi penonton dan pembantu di negerinya,harapan kita semuanya dengan mempunyai niat baik untuk membangun dan membesarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Negara yang maju menuju tahun emas Indonesia.

(Yatmono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar