Ramai Soal Pungutan Uang di Proyek Dinas PUPR, Kades Cikampek Barat Beri Jawaban

Karawang-Jabar – (SIN) – Seorang warga mengaku dimintai sejumlah uang oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam proses pembangunan Jalan di wilayah desa tersebut, Senin (26/8–2024).

Dalam postingan tersebut, melalui akun Heru Eko, menuliskan “Di sini jelas tertulis . Kegiatan terlaksana atas partisipasi anda membayar pajak. Tapi ko ada kutipan yang di tentukan lagi nominalnya”, ucapnya seraya mang upload sebuah foto Papan Informasi Proyek Peningkatan Jalan di Dusun 6 Sukatani RT 004/014, Desa Cikampek Barat, Kabupaten Karawang.

Postingan itu pun sontak menjadi perbincangan publik, karena seolah menyiratkan bahwa pemerintah Desa Cikampek Barat, meminta sejumlah uang pada saat proses pembangunan jalan di Dusun 6 Sukatani RT 004/014 itu.

Sementara dari papan informasi anggaran, bahwa pembangunan jalan tersebut dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang sekitar Rp. 140 juta.

Kami pun coba mengkonfirmasi Kepala Desa Cikampek Barat, Yuyun Yunengsih terkait kebenaran postingan tersebut.

Dalam pernyataannya, Yuyun menyangkal jika pemerintah Desa Cikampek Barat melakukan pungutan kepada warga untuk pembangunan jalan tersebut.

Ia menjelaskan, iuran yang diminta dari warga itu bersifat sukarela untuk memberikan uang kopi dan makanan kepada para pekerja yang memang dikerjakan oleh orang lingkungan setempat.

“Jadi ini merupakan salah paham, dan tidak ada pungutan. Karena pekerjanya orang lingkungan jadi warga disekitaran lokasi berinisiatif membelikan rokok, makanan dan lain-lain. Tidak ada pungutan, mungkin status tersebut dibuat karena Heru Eko (mantan RT) kesal,” jelasnya.

Sementara itu, Heru Eko warga Desa Cikampek Barat yang membuat postingan di halaman akun Facebook pribadinya, menyampaikan jika adanya pungutan uang atas proyek pembangunan jalan di Dusun 6 Sukatani itu tidaklah benar. Ia pun meminta maaf dan mengaku khilaf.

Menurut pengakuannya, yang benar waktu itu, warga disekitar lokasi memang berinisiatif memberikan partisipasi dengan memberikan makanan minuman.

“Pernyataan ini saya buat tidak ada tekanan dan intimidasi dari pihak manapun dan murni kesalahan saya sendiri. Karena memang postingan tersebut tidak benar dan salah,” ucapnya.

Kabiro(SIN)Karawang–Jabar.
(T.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar