Terima Anugerah Penulis Buku, Kepsek SMPN 2 Tegowanu Jadikan Guru Penggerak Budaya Merdeka Belajar

 

Grobogan – Jateng – (SIN) – Sebagai salah satu komponen pendidikan, guru mempunyai banyak  aspek dalam proses kegiatan pembelajaran dan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam berbagai dekade, bahkan sejak jaman perjuangan untuk merebut kemerdekaan hingga jaman modern seperti sekarang ini, guru diperlukan banyak kiprah dan perannya di masyarakat. 

Pada dekade sekarang ini, saat bidang pendidikan dimotori oleh seorang menteri yang begitu banyak inovasi, muncul istilah yang berupa guru penggerak, sekolah penggerak dan merdeka belajar serta pelajar pancasila.

Dalam hal ini, guru berperan sebagai pemimpin pembelajaran. Guru mendorong tumbuh kembangnya siswa secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya. Hal itu, agar dapat mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Lebih dari itu, guru juga harus dapat menjadi teladan serta agen transformasi dari ekosistem pendidikan guna mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Salah satunya, Mukhaelani, S.Pd.,M.Pd.I adalah Kepala SMP N 2 Tegowanu pada tahun 2020 mendapat anugerah dari Kepala Dinas Pendidikan Grobogan sebagai Penulis buku terbanyak dari kategori Kepala SMP. Salah satu bukunya yang banyak diminati masyarakat adalah yang berjudul Ngaji Thoriqoh di Usia Muda.

” Pembelajaran yang dilaksanaan guru di sekolah, terlebih dalam pelaksanaan budaya merdeka belajar. Selayaknya, disampaikan secara menarik dan penuh makna dengan memadukan seluruh komponen pembelajaran secara efektif. Selain itu, guru yang tentunya juga menggunakan ilmu dan yang memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika perkembangan masyarakat,” ungkap Mukhaelani, Jumat ( 11/3).

Ditambahkannya, ” bahwa dalam praktek pembelajarannya guru harus senantiasa memperhatikan konteks yang berkembang. Pendekatan pembelajaran efektif yang di ramu dari teori pendidikan modern menjadi salah satu instrumen penting untuk diperhatikan agar pembelajaran tetap menarik bagi peserta didik ,” tambahnya.

Lebih dari itu, pembelajaran yang dilakukan guru juga senantiasa harus relevan dengan konteks yang berkembang. Terlebih dengan perkembangan budaya dan teknologi, yang tentunya siswa juga mengikutinya. Tentu guru tidak boleh ketinggalan dari murid atau peserta didik dalam proses pembelajaran dan pendidikan.

” Seperti halnya, dengan proses pembelajaran yang di selenggarakan di SMP N 2 Tegowanu. Diharapkan, dapat mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial, ekonomi, budaya dan politik  yang terjadi di masyarakat. Di samping itu, peserta didik diharapkan dapat memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan pada ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat ,” kata Mukhaelani

Masih dikatakan Mukhaelani, ” mereka diharapkan juga trampil, mau serta mampu mengatasi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu, baik yang menimpa pada dirinya sendiri maupun pada orang lain. Terlebih adalah masyarakat secara umum. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan strategi yang memadukan setiap komponen pembelajaran secara integrated dan lengkap. Penentuan materi yang tepat, metode yang efektif, media dan sumber pembelajaran yang relevan serta proses evaluasi yang dapat mengukur tingkat pencapaian proses dan hasil pembelajaran menjadi tugas utama bagi para guru sebagai pelaku pembelajaran ,” tutur Mukhaelani.

Selanjutnya, ia mengatakan, agar kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan memberi pengaruh kongkrit dalam kehidupan. Berkenaan dengan budaya merdeka belajar tersebut dan mendorong para guru untuk turut aktif dalam perannya agar bisa menjadi guru penggerak.

” Alhamdulillah, periode yang lalu guru SMP N 2 Tegowanu ada tiga yang sudah lolos dan kini sedang mengikuti pendidikan menjadi guru penggerak. Beberapa kali telah dikunjungi oleh guru pendamping praktik. Diharapkan mampu mendorong guru-guru yang lain untuk lebih banyak berkiprah secara maksimal dalam menjalankan tugasnya. Lebih dari itu pada tahap ke 7 ini Grobogan juga mendapat jatah penerimaan calon guru penggerak. Saya berharap para guru khususnya di Sekolah kita bisa terdorong untuk ikut dan lolos ,” ungkap Mukhaelani sebagai Kepala Sekolah yang gemar menulis ini.

Saat ini, SMP N 2 Tegowanu beralamat di desa Curug Kecamatan Tegowanu. Kini mendidik  siswa sebanyak 787 anak. Terdiri 26 rombongan belajar. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, diampu oleh para guru yang semua sudah sarjana. Adapun sejumlah prestasi telah diraih oleh siswa di antaranya, Pada tahun 2021 menjadi juara lomba pencak silat dan lomba pidato tingkat kabupaten Grobogan. Apalagi Pencak silat merupakan salah satu cabang olah raga yang diajarkan dalam kegiatan ekstra kurikuler di SMP N 2 Tegowanu Provinsi Jawa Tengah.

 

(Red+ADV)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *