Sukses! P5 di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun Wujudkan Profil Pelajar Pancasila

Kotawaringin – (SIN) – Pangkalan Bun, 26 Februari 2025 – SMA Negeri 1 Pangkalan Bun kembali sukses melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas X hingga XII. Dengan tema yang berbeda di setiap jenjang, kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran berbasis pengalaman yang membentuk karakter siswa sesuai nilai-nilai Pancasila.

Kelas X mengangkat tema Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan topik Jaga dan Rawat Tubuhku. Selama tujuh hari dari Selasa, 18 Februari 2025 hingga puncaknya pada Rabu, 26 Februari 2025, siswa mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan kesehatan tubuh. Mereka memulai dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengetahui status kesehatan masing-masing. Kemudian, mereka mendapatkan edukasi tentang pola makan sehat dan bergizi, pola hidup sehat, serta mempraktikkan langsung cara memasak makanan sehat dan bergizi sesuai dengan takaran dan kandungan gizi seimbang.

Selain itu, mereka juga membuat kampanye di media sosial dengan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat dan bergizi. Melalui video kreatif yang mereka unggah, siswa memberikan edukasi tentang pentingnya memilih makanan yang baik untuk kesehatan.

“Saya jadi lebih paham bahwa kesehatan bukan hanya soal olahraga, tapi juga makanan yang kita konsumsi. Setelah belajar memasak makanan bergizi dan membuat kampanye di media sosial, saya semakin sadar pentingnya membangun kebiasaan makan sehat,” ujar Muhammad Enda Novrianur, siswa kelas X.

Kelas XI mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika dengan topik Menjadi Insan Indonesia yang Memahami dan Menghargai Keberagaman dengan Cara Bernalar Kritis yg dilaksanakan selama lima hari dari Kamis, 20 Februari 2025 hingga puncaknya pada Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan ini berfokus pada penguatan pemahaman tentang keberagaman serta cara berpikir kritis dalam menyikapinya. Siswa diajak untuk memahami perbedaan suku, agama, budaya, dan nilai-nilai sosial di Indonesia serta bagaimana membangun sikap toleransi dengan berlandaskan pemikiran yang logis dan kritis.

Sebagai bagian dari proyek ini, siswa melakukan studi kasus dan observasi terkait keberagaman di lingkungan sekitar, termasuk wawancara dengan individu dari berbagai latar belakang hingga membuat kliping tentang kasus-kasus diskriminatif dari berbagai media. Mereka juga belajar tentang kelompok rentan dan marginal serta bagaimana prinsip Bhinneka Tunggal Ika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak kegiatan ditutup dengan penampilan paduan suara spektakuler dari setiap kelas yang menyanyikan lagu-lagu daerah dari Sabang hingga Merauke. Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti aula sekolah saat para siswa membawakan lagu-lagu yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, saya jadi lebih memahami bahwa menghargai perbedaan itu tidak hanya sekadar menerima, tapi juga harus didasarkan pada pemahaman yang kritis. Saya juga semakin bangga dengan keberagaman Indonesia,” kata Farel Afrino Harpiansyah, siswa kelas XI.

Kelas XII mengangkat tema Kearifan Lokal dengan topik Permainan Tradisional yg dilaksanakan selama lima hari dari Kamis, 20 Februari 2025 hingga Rabu, 26 Februari 2025. Siswa mengenal berbagai bentuk kearifan lokal di Indonesia, termasuk permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda. Mereka mempelajari sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional sebelum akhirnya mempraktikkan dan melombakan beberapa permainan seperti Bentengan, Gobak Sodor, Intingan, dan Lempar Sandal.

Kompetisi antar kelas berlangsung dengan penuh semangat. Setiap tim menunjukkan strategi dan kerja sama yang luar biasa dalam permainan, menciptakan suasana kompetisi yang seru dan sportif.

“Saya baru menyadari bahwa permainan tradisional itu sebenarnya sangat seru dan bisa menjadi alternatif dari permainan digital yang biasa kita mainkan. Ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai kerja sama dan strategi yang luar biasa,” ujar M. Adeeb Dwi Putra, siswa kelas XII.

Pipit Indriani, S.Pd., selaku ketua panitia P5, menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini. P5 bukan sekadar program, tetapi pengalaman belajar yang bermakna, membentuk karakter siswa yang sehat, toleran, dan cinta budaya bangsa. Kami berharap nilai-nilai yang telah dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Jumrani, S.Pd., Kepala SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan P5 semester ini.

“Saya bangga dengan seluruh siswa, guru, dan panitia yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. P5 membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata. Semoga ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah.

“Kami di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pendidikan, tuk mendukung Pendidikan Kalteng semakin Berkah dan Kalteng Maju. Semoga seluruh siswa terus tumbuh menjadi generasi yang sehat, berpikir kritis, toleran, dan mencintai budaya bangsa dalam berperan membangun daerah dan negara. Mari kita terus berinovasi dalam pendidikan untuk mencetak Pelajar Pancasila yang unggul dan berkarakter.,” tuturnya.

Dengan keberhasilan P5 semester ini, SMA Negeri 1 Pangkalan Bun semakin mantap dalam komitmennya untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, siap berpikir kritis, dan berkontribusi dalam masyarakat.

Penulis: Muhamad Ishaac, S.Pd.I. (Guru PAI SMA Negeri 1 Pangkalan Bun). (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *