Pangkalan Bun – (SIN) – Dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis keislaman, SMA Negeri 1 Pangkalan Bun menyelenggarakan Pesantren Ramadan 1446 H/2025 M dengan tema “Menjadi Generasi Berkarakter Islami: Berakhlak Mulia, Berilmu, dan Berdaya Saing.” Kegiatan ini berlangsung dari Senin, 17 Maret hingga Kamis, 20 Maret 2025, sebagai upaya membentuk generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan sosial.
*Pembukaan Penuh Kekhidmatan*
Acara pembukaan di lapangan basket sekolah diawali dengan Salat Dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Ustaz Muhammad Ishaac, S.Pd.I., diikuti oleh seluruh peserta. Suasana semakin syahdu dengan lantunan Sholawat Kamilah, yang menggema dari seluruh siswa. Setelahnya, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Pangkalan Bun, Bapak Jumrani, S.Pd.
“Pesantren Ramadan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ikhtiar kita bersama dalam mencetak anak-anak yang berakhlak mulia, memiliki ilmu yang luas, serta mampu bersaing di era global. Ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kalteng Semakin Berkah dan Kalteng Maju, dimana pembangunan SDM unggul menjadi salah satu program prioritas” ujar beliau.

Ketua panitia, Ibu Silvia Ekawaty, S.Pd., juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi ladang keberkahan bagi seluruh peserta. “Ramadan adalah bulan pembelajaran terbaik. Semoga anak-anak dapat mengambil hikmah dari setiap sesi yang diberikan, menguatkan iman, serta memperdalam ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan,” ungkapnya.
Acara pembukaan ditutup dengan doa yang kembali dipimpin oleh Ustaz Muhammad Ishaac, S.Pd.I., membawa suasana yang penuh kekhusyukan. Sebagai hiburan, Siti Zulfa, siswi kelas XII G, tampil memukau dengan lantunan gambus Huwal Qur’an, yang menambah nuansa religi dalam kegiatan tersebut.
*Hari Pertama: Pendalaman Ilmu Keislaman*
Setelah sesi pembukaan, peserta dibagi menjadi dua kelompok: putri berkumpul di aula, sementara putra mengikuti kegiatan di masjid. Mereka mendapatkan kajian dari Ustaz Muhammad Ishaac, S.Pd.I., yang membahas tentang Nuzulul Qur’an dan Sejarah Kenabian, serta materi Fiqih Puasa Ramadan yang disampaikan oleh Siti Jumiati, S.Ag. Peserta juga diajak untuk mencatat poin-poin penting serta membuat refleksi dari materi yang telah dipelajari.
*Hari Kedua: Materi Spesial tentang Fiqih Jenazah dan Etika Pergaulan Islami*
Pada Selasa, 18 Maret 2025, peserta akan mendapatkan materi spesial tentang Fiqih Penyelenggaraan Jenazah yang disampaikan oleh Dra. Hj. Listiyo Nurhidayati. Materi ini menjadi bagian penting dalam memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan kajian tentang Etika Pergaulan Remaja Islami yang akan dibawakan oleh Drs. H. Subiono Faqih, M.Pd. Materi ini bertujuan untuk membimbing siswa dalam memahami batasan dan adab dalam pergaulan sehari-hari agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.
*Hari Ketiga: Praktik Langsung Penyelenggaraan Jenazah*
Rabu, 19 Maret 2025, menjadi hari yang istimewa dengan pelaksanaan Praktik Penyelenggaraan Jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi siswa tetapi juga menjadi bagian dari asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
*Berlanjut hingga Kamis*
Pesantren Ramadan ini akan terus berlanjut hingga Kamis, 20 Maret 2025, dengan berbagai kegiatan edukatif dan spiritual yang dirancang untuk memperkuat karakter Islami siswa. Dengan adanya program ini, diharapkan para peserta didik tidak hanya semakin memahami nilai-nilai Islam, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)
(Berita ini dirilis pada Senin malam, 17 Maret 2025.)





