“Kemenag Tanimbar Respon Dinamika Zaman,tantangan Moral & Sosial dengan kegiatan Pembinaan Karakter”

Kepulauan Tanimbar – Maluku – (SIN) – Kemenag Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku gelar kegiatan Pembinaan Karakter Siswa SMAK St.Paulus Saumlaki dengan mengusung tema”Toleran, Peduli dan Bijak Digital: Membangun Generasi Siswa yang beretika di Dunia Nyata dan Maya”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula sekolah itu pada kamis (17/07/25) yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan penuh antusias.

Kosmas Kudmas, S.S selaku pengawas pendidikan Katolik mengatakan bahwa pemilihan tema diatas sebagai respons terhadap dinamika zaman, dimana tantangan moral dan sosial tidak hanya hadir dalam kehidupan nyata, tetapi juga merambah sampai ke dunia maya yang kini menjadi bagian dari keseharian para siswa/i.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan karakter yang menyeluruh, kegiatan tersebut menghadirkan para penyuluh baik dari kalangan Katolik maupun Kristen Protestan sebagai narasumber. Mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk membekali siswa/i dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan moral di lingkungan sekolah maupun dunia digital, tegas Kosmas.

Kegiatan yang sama akan di lakukan minggu depan di SMAK St.Lukas Olilit Timur, ini akan teruskan digaungkan kesemua sekolah agar pemahaman siswa sejak dini terkait pembentukan karakter ini akan menjadi pondasi yang kokoh bagi tantangan di dunia nyata dan dunia maya, sehingga mereka bisa membedakan mana yang perlu dan tidak perlu untuk ditiru dan dilakukan, tutupnya.

Yohanis Falirat, S.Fils.,selaku narasumber dengan materi bertajuk “Moderasi Beragama” menekankan pentingnya sikap saling menghargai perbedaan keyakinan, sebagai landasan utama dalam membangun suasana sekolah yang damai dan inklusif. “Falirat” dalam paparan mengajak siswa untuk menjadi agen toleransi, yang mampu menjalin persaudaraan lintas iman tanpa prasangka.

Regina Takndare, S.Pd, Maya Samino S.Th, dan Narti Dewi Silalebit, S.Th, dengan materi isu “Bullying” sebuah permasalahan serius yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Ketiganya menjelaskan berbagai jenis “Bullying” mulai dari fisik, verbal, hingga siber, serta dampak psikologisnya bagi korban. Dalam materinya mereka menawarkan solusi konkret agar siswa dapat mencegah dan menanggulangi perilaku tersebut.

Maura Ratuanik, S.Ag. dengan materi “Bijak Bermedia Sosial di Era Digital.” Memaparkan etika dalam menggunakan media sosial, serta dampak positif dan negatif dari teknologi digital terhadap kehidupan siswa, khususnya dalam konteks pendidikan. Ia mengajak siswa untuk menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, dan mampu menyaring informasi secara kritis.

Interaksi aktif terjadi antara narasumber dan peserta, baik melalui sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dan menyentuh kehidupan nyata para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam aktivitas digital sehari-hari.

Andrias Tbyaurkotik selaku Kepsek berharap melalui kegiatan ini, siswa/i SMAK Santo Paulus Saumlaki mampu menumbuhkan sikap toleransi yang tinggi, peduli terhadap sesama, serta cakap dalam menghadapi tantangan dunia digital. Pembinaan karakter seperti ini menjadi langkah penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.tutupnya.

(dp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *