Sumba Barat Daya – NTT – (SIN) – Masyarakat Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur kembali tercekik, harga Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis pertalite, pertamax dan sejenisnya, meroket. Setelah beberapa hari lalu kehabisan BBM tersebut, kini BBM eceran tembus Rp.30 hingga Rp.35 ribu perbotol, demikian dikeluhkan oleh warga SBD ketika melakukan pengisian pada beberapa tempat eceran, yang ada disepanjang jalan arah kodi dan Weetebula, pada hari Jumat (15/08/2025 hingga Minggu (17/08/2025), masih mengalami hal yang sama.

Hasil pantauan media ini pada jumat (15/08/25) di SPBU kodi Utara tampak ada aktivitas antrian yang sangat padat, SPBU Kererobo tutup, SPBU Radamata antrian panjang, SPBU Ledegiring tutup. Warga SBD inisial KG yang ditemui pada SPBU Kodi utara, mengeluhkan kondisi di SPBU tersebut, antrian macet karena diakibatkan oleh motor motor mati yang di dorong dengan tangky besi ukuran jumbo untuk mengisi BBM. Kemudian mereka keluar menepi lalu Tap (pindahkan minyak dari tangki motor ke jerigen), dan ini masih menjadi tontonan yang tidak asing, kesalnya.
Tema besar HUT ke – 80 RI
“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, serasa hanya slogan kosong yang menyenangkan pendengaran, tapi kenyataannya kami masyarakat masih terjajah, buktinya urusan BBM di SBD saja tidak mampu ditertibkan oleh mereka khususnya Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumba Barat Daya, kesal beberapa warga yang ditemui media ini disekitaran SPBU Kodi Utara.
Padahal ukuran berdaulat, hidup sejahtera, dan maju harusnya hal hal yang berhubungan dengan kebutuhan rakyat menjadi perhatian utama oleh mereka yang kami percayakan menjadi pemimpin di daerah ini,kesal mereka.
(dp)






