Kepulauan Tanimbar – Maluku – (SIN) – Pemerintah desa Sofyanin Kecamatan Fordata Kepulauan Tanimbar Maluku sukses membangun jembatan penghubung desa. Hal tersebut disampaikan kepala desa,Meki Sabonu kepada wartawan media ini, ketika ditemui di Sofayanin, Kamis (27/11/2025).
Kades Meki menjelaskan bahwa jembatan dengan bentangan 17 meter itu dibangun secara bertahap selama tiga tahun anggaran, dengan sumber biaya dari dana desa.
Hingga jembatan ini selesai menelan anggaran sebesar Rp.1.253.465.640 ( satu miliard dua ratus lima puluh tiga juta empat ratus enam puluh lima ribu enam ratus empat puluh rupiah), dengan rincian sebagai berikut: tahun 2023 sebesar Rp.416.633.500, tahun 2024 sebesar Rp.505.712.375, tahun 2025 sebesar Rp.331.119.765.
Awalnya jembatan tersebut pembangunannya direncanakan menggunakan APBD, mengingat biaya yang dibutuhkan cukup besar. Apalagi ini merupakan visi misi beta ( kades.red) yang tertuang dalam RPJMDes selama 6 tahun masa jabatan. Karena jika tidak dibangun sekarang kapan lagi,sudah sejak lama masyarakat Sofyanin merindukan memiliki jembatan permanen. Akses yang terbatas untuk pergi dan datang, sangat mengganggu aktivitas harian warga, apalagi posisi tersebut merupakan jalan utama desa jelas kades Sabonu.
Namun dalam prosesnya untuk mendapatkan bantuan ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan,kami pemerintah desa coba mengajukan proposal ke dinas Perbatasan, namun hasilnya nihil. Adanya desakan masyarakat untuk segera membangun jembatan terus menggema, selaku kepala desa saya coba lakukan koordinasi dengan Tenaga Pendamping Profesional yang membidangi infrastruktur, untuk mendapatkan jalan keluar jika memungkinkan dana desa dipakai bangun jembatan, kata Meki.

Hasil koordinasi, saya diarahkan untuk bertemu dengan Dinas terkait terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Setelah bertemu Dinas PMD ternyata sangat didukung namun kendalanya ada pada siapa yang desain dan menghitung rencana anggaran biaya, apalagi kontruksi rumit dan rencanakan bertahap, ucapnya.
Beberapa kali melakukan konsultasi dengan beberapa konsultan, biayanya cukup mahal, apalagi menggunakan dana desa yang nilainya sangat terbatas.Namun pada akhirnya saya meminta bantuan Tenaga Pendamping Profesional untuk mendesain dan menghitung kebutuhan bahannya, puji Tuhan dibantu mewujudkan mimpi masyarakat Sofyanin untuk memiliki jembatan permanen.Saat ini masyarakat Sofyanin sudah dapat memanfaatkannya, saya beeharap ini dijaga dan dirawat bersama,juga berdampak bagi masyarakat desa lain,ujarnya.
Beberapa warga Sofyanin yang ditemui di lokasi jembatan, mengatakan merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa yang sudah berusaha mewujudkan impian mereka. Sekarang kami tidak perlu putar jauh untuk jalan,jembatan sudah ada tinggal nyebrang saja, kata mereka sambil tersenyum.
Beberapa warga desa Romean yang sempat ditemui saat melewati jenbatan itu, kepada media ini mengatakan, mereka merasa sangat terbantu dengan jembatan tersebut, saat mau ke Walerang atau ke Adodo Fordata, melalui jembatan Sofyanin lebih nyaman, apalagi jalan trans Fordata tak kunjung tuntas karena dikerjakan setengah hati, ucap mereka.
**dp**





