SPMB PKBM NUR DAFFA SOSIALISASI DI SEKOLAH SMP MA’ARIF 11 PUBIAN. KAMIS, 12 FEBUARI 2026

Pubian-Lampung Tengah – (SIN) –PKBM Nur Daffa kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan menyasar lingkungan sekolah formal. Kali ini kegiatan berlangsung di SMP Ma’arif 11 yang berlokasi di Kampung Sangun Ratu, Kecamatan Pubian, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kedatangan tim PKBM Nur Daffa disambut baik oleh perwakilan kepala sekolah beserta para guru. Pihak sekolah bahkan memberikan kesempatan kepada tim untuk menyampaikan sosialisasi langsung ke ruang kelas, khususnya kepada siswa kelas IX yang sebentar lagi akan menamatkan pendidikan jenjang SMP.

Dalam pemaparannya, tim PKBM Nur Daffa menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini *bukan bertujuan mengarahkan siswa agar langsung beralih ke pendidikan nonformal, melainkan memberikan pemahaman tentang alternatif pendidikan yang tersedia.* Tim juga mendorong para siswa agar tetap memprioritaskan melanjutkan ke sekolah formal.

“Sekolah formal tetap menjadi pilihan utama. Kami justru berharap adik-adik bisa melanjutkan ke SMA atau SMK. Namun apabila ada yang ingin melanjutkan pendidikan tetapi terkendala kondisi ekonomi keluarga atau faktor lainnya, PKBM Nur Daffa siap menjadi solusi agar mereka tetap bisa menuntaskan pendidikan,” jelas tim sosialisasi di hadapan para siswa.

PKBM Nur Daffa juga menyampaikan bahwa pendidikan nonformal hadir sebagai jembatan bagi masyarakat yang terhambat melanjutkan sekolah. Peserta tidak perlu khawatir mengenai biaya karena lembaga berkomitmen membantu warga belajar agar tetap memperoleh hak pendidikan.

Selain itu, siswa diminta ikut menyebarkan informasi kepada keluarga, saudara, maupun tetangga yang ingin kembali bersekolah namun terkendala biaya atau keadaan tertentu. Mereka dapat langsung mendaftarkan diri ke PKBM Nur Daffa untuk melanjutkan pendidikan paket kesetaraan.

Kegiatan sosialisasi ke sekolah dilakukan berdasarkan data lapangan yang menunjukkan masih banyak anak usia sekolah di wilayah tersebut yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi sehingga memilih bekerja. Padahal, sebagian besar dari mereka masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan program wajib belajar 12 tahun.

Melalui kegiatan ini, PKBM Nur Daffa berharap tidak ada lagi masyarakat yang terhenti pendidikannya hanya karena keterbatasan biaya, serta semakin banyak warga yang mendapatkan kesempatan kedua untuk meraih pendidikan yang layak. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *