Jalan Jawi-Jawi-Guguak Rusak Bertahun-tahun, Komitmen Pemkab Dipertanyakan

Solok – (SIN) – Kerusakan parah Jalan Jawi-Jawi–Guguak bukan persoalan baru. Ruas jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat itu dilaporkan telah rusak selama bertahun-tahun tanpa perbaikan,meski berulang kali diusulkan melalui mekanisme perencanaan resmi. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar atas komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat.

Hasil penelusuran Suara Investigasi News menemukan hingga kini belum ada kejelasan rencana perbaikan terhadap ruas jalan tersebut. Di sisi lain, alokasi anggaran untuk fasilitas penunjang kenyamanan aparatur pemerintahan tetap berjalan, sehingga menimbulkan kesan ketimpangan dalam arah kebijakan pembangunan daerah.

“Kami ini warga taat pajak. Kewajiban kami jalan. Tapi yang kami rasakan, jalan rusak dibiarkan, sementara fasilitas Kenyamanan pejabat terus Anggarkan” ujar Rul, warga Jawi-Jawi, dengan nada kecewa.

Jalan Rusak, Aktivitas Warga Terancam

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Jalan Jawi-Jawi-Guguak kian memburuk. Lubang besar di sejumlah titik, badan jalan terkelupas, serta genangan air saat hujan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan.

Ruas ini bukan hanya akses warga Jawi-Jawi dan Guguak, tetapi juga jalur alternatif masyarakat Cupak, Gantuang Ciri, Koto Hilalang, hingga Selayo menuju pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Jalan tersebut juga berfungsi mengangkut hasil pertanian, jalur anak-anak menuju sekolah, serta akses ke layanan kesehatan.

“Kami tidak menuntut jalan mewah. Kami hanya minta jalan yang layak agar aktivitas tidak terganggu,” ungkap Ari, warga Guguak yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk bekerja.

Usulan Berulang, Realisasi Nihil

Berdasarkan penelusuran media ini, perbaikan Jalan Jawi-Jawi–Guguak hampir selalu masuk daftar usulan Musrenbang nagari dan kecamatan. Bahkan pada tahun 2024, ruas jalan tersebut ditetapkan sebagai usulan prioritas utama. Namun, saat memasuki tahap perencanaan dan penganggaran di tingkat kabupaten, usulan itu kembali tak terealisasi tanpa penjelasan terbuka kepada publik.

Situasi ini memunculkan dugaan ketimpangan kebijakan pembangunan, di mana kebutuhan dasar masyarakat kerap tersisih oleh program yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

Pemerintah Nagari Akui Keterbatasan Wewenang

Pemerintah Nagari Jawi-Jawi membenarkan bahwa kerusakan Jalan Jawi-Jawi-Guguak telah berlangsung Cukup lama. Pj Wali Nagari Jawi-Jawi, Kelly Beminda, menyebut jalan tersebut rusak sejak awal pembangunannya.

“Memang benar, jalan ini sudah lama rusak. Sejak dibangun pada era pemerintahan Gamawan Fauzi ketika masih menjabat Bupati Solok, hingga sekarang belum pernah ada perbaikan, ujarnya.

Ia menambahkan, keluhan dan kekecewaan masyarakat kerap diluapkan kepada pemerintah nagari, meskipun kewenangan perbaikan sepenuhnya berada di tingkat kabupaten.

Hampir setiap tahun kami mengusulkan perbaikan jalan ini. Tahun 2024 bahkan kami tetapkan sebagai prioritas utama. Harapan kami, di bawah kepemimpinan Jon Firman Pandu bersama Wakil Bupati Candra,Kami Sangat Berharap jalan ini mendapatkan perhatian khusus,” Hendaknya

DPRD Kabupaten Solok Ikut Disorot

Sorotan publik juga diarahkan kepada DPRD Kabupaten Solok. Sebagai lembaga dengan fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD dinilai belum maksimal mengawal aspirasi masyarakat terkait perbaikan infrastruktur dasar tersebut.

Warga mempertanyakan keberpihakan wakil rakyat yang dipilih melalui suara masyarakat, namun hingga kini belum mampu mendorong realisasi perbaikan jalan yang telah lama dikeluhkan.

Warga Tuntut Kepastian dan Transparansi

Masyarakat Jawi-Jawi–Guguak menegaskan tidak lagi ingin mendengar janji. Mereka menuntut transparansi anggaran, kejelasan skala prioritas pembangunan, serta kepastian waktu perbaikan jalan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga menyatakan siap menyuarakan persoalan tersebut ke ruang publik yang lebih luas.

“Kalau pajak kami diterima negara, seharusnya kami juga berhak atas jalan yang layak. Jangan sampai keselamatan rakyat dikorbankan demi kenyamanan pejabat,” ujar Ikal, warga Jawi-Jawi lainnya.

Suara Investigasi News akan terus menelusuri alokasi anggaran infrastruktur daerah serta peran OPD teknis terkait guna memastikan akuntabilitas atas pembiaran kerusakan Jalan Jawi-Jawi-Guguak yang telah berlangsung bertahun-tahun.

(LJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.