Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Raih Education Award 2026

Kota Bandar Lampung – (SIN) – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Raih Education Award 2026 Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah (dua kiri) bersama jajaran menghadiri Lampung Post Executive Forum II 2026 di Gedung Mahligai Agung Pascasarjana UBL, Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Lampung Menuju Indonesia Emas 2045”. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamendikdasmen RI), Dr. Fajar Riza Ul Haq.

Baca juga: DPRD Lampung Dorong Penguatan Mutu Pendidikan hingga Lapisan Terbawah

Dalam event tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mendapat penghargaan Lampung Post Education Award 2026 dengan predikat Best Regional Initiative for Human Capital Development & Academic Partnership.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen penuh menempatkan investasi SDM sebagai prioritas utama daerah. Aktif mendorong alokasi anggaran daerah untuk insentif pendidikan dan mempermudah izin operasional serta akses beasiswa mahasiswa asal Lampung Timur.

Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, ME., M.A.P menyampaikan apresiasi atas terlaksana Lampung Post Executive Forum II 2026. Dia pun berterima kasih atas capaian dan penghargaan yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Kemudian Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Yakni dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. Langkah ini krusial mengingat Kabupaten Lampung Timur saat ini masih berada dalam kategori daerah berkembang.

Selanjutnya Ela mengungkapkan bahwa meskipun capaian IPM Lampung Timur saat ini berada di peringkat kelima se-Provinsi Lampung, pertumbuhan digitnya masih memerlukan dorongan yang signifikan. “Prinsipnya, Lampung Timur siap berkolaborasi dan berinvestasi di dunia pendidikan, terutama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Beasiswa Makmur

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menggulirkan program ‘Beasiswa Makmur’ yang menyasar peserta didik dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. Selain itu, lini pengembangan talenta muda juga digenjot melalui program seperti Lamtim Art School untuk menjaring potensi seni yang selama ini tersembunyi.

Namun, jalan menuju penguatan SDM tersebut dinilai masih menghadapi sekat birokrasi. Terutama terkait peralihan wewenang pengelolaan SMA/SMK yang kini berada di bawah naungan pemerintah provinsi. Ia berharap, kendala administratif ini tidak membatasi ruang gerak kabupaten untuk melakukan intervensi kebijakan.

“Jangan ada dikotomi. Tingkat kelulusan SMA yang mau ke perguruan tinggi itu adalah penunjang utama IPM, yang dampaknya jauh lebih besar bagi daerah dibanding jenjang SD. Kami butuh panduan dan konsolidasi dari Pemprov agar program ini bisa berjalan beriringan,” tuturnya.

Penguatan Sektor Vokasi

Selain persoalan IPM, Lampung Timur juga membidik penguatan sektor vokasi untuk menjawab tantangan pasar kerja internasional, salah satunya permintaan tenaga kerja dari Jepang melalui skema Antarpemerintah (G-to-G). Sebagai salah satu daerah pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Lampung, penataan sektor ini menjadi prioritas utama.

Selama ini, mayoritas tenaga kerja asal Lampung Timur terserap di sektor informal yang kerap tidak tercatat dalam statistik angkatan kerja resmi. Melalui penguatan sekolah vokasi, pemerintah daerah ingin menggeser tren tersebut ke sektor formal yang lebih aman dan menjanjikan.

“Tugas besar pemerintah daerah adalah menciptakan lapangan kerja, terutama bagi angkatan kerja pasca-SMA. Kami siap menunjuk lima sekolah di Lampung Timur untuk dijadikan pilot project sekolah vokasi, baik untuk pelatihan bahasa maupun kesiapan industri pengolahan (hilirisasi) pertanian,” kata Bupati.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengajak Pemprov Lampung untuk memberikan arahan dan instruksi teknis. Hal itu agar integrasi program vokasi ini dapat segera berjalan. Pihak kabupaten bahkan menyatakan siap mengalokasikan afirmasi anggaran khusus demi menyokong program tersebut.

(Win)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *