Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Pernyataan Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, yang menyatakan kesiapan daerahnya menjadi lokasi pembangunan fasilitas Onshore LNG Masela apabila Kabupaten Kepulauan Tanimbar menghadapi kendala, menjadi sorotan publik dan memicu berbagai tanggapan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, pemuda Tanimbar, Sony Oratmangun,Rabu (24/6/2026) kepada media ini mengatakan bahwa pernyataan tersebut kurang tepat jika disampaikan pada saat ini. Menurutnya, proyek Blok Masela telah melalui proses panjang selama hampir 20 tahun dan berbagai tahapan strategis telah dilaksanakan, termasuk penyiapan lahan yang dilakukan oleh masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Blok Masela bukan proyek yang baru direncanakan. Selama hampir dua dekade, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan investor telah bekerja keras mempersiapkan berbagai kebutuhan proyek ini. Karena itu, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah Tanimbar dianggap belum siap?” ujar Sony.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Tanimbar telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung realisasi Proyek Strategis Nasional tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat proses pembebasan dan penyiapan lahan demi memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Menurut Sony, wacana pemindahan lokasi pembangunan fasilitas Onshore LNG Masela tidak dapat dilakukan secara mudah karena telah melalui berbagai kajian teknis, sosial, ekonomi, dan hukum. Selain itu, pemerintah dan investor juga telah mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk mendukung seluruh proses yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Pemindahan lokasi bukan keputusan sederhana. Negara dan investor telah menginvestasikan dana yang sangat besar dalam seluruh tahapan proyek ini. Oleh karena itu, semua pihak perlu menghormati proses yang telah berjalan dan mendukung percepatan realisasi proyek,” katanya.
Saat ini, lanjut Sony, masyarakat Tanimbar bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat sedang fokus menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan, termasuk persiapan kegiatan groundbreaking dan agenda peletakan batu pertama yang dinantikan sebagai tanda dimulainya pembangunan proyek secara fisik.
Ia berharap pernyataan-pernyataan yang berkembang di ruang publik tidak menimbulkan polemik baru yang berpotensi mengganggu proses investasi maupun hubungan baik antarwilayah di Maluku.
“Kami berharap semua pihak dapat menjaga komunikasi yang baik dan mengedepankan semangat kebersamaan. Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya adalah daerah bertetangga yang harus saling mendukung. Jangan sampai muncul pernyataan yang justru menimbulkan polemik baru dan menghambat percepatan pembangunan yang sedang diperjuangkan bersama,” tegas Sony.
Sebagai proyek strategis nasional, Blok Masela diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Maluku dan Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap menjaga kondusivitas serta mendukung setiap tahapan pembangunan demi terwujudnya manfaat yang sebesar-besarnya bagi daerah dan bangsa.
(do)






