Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Khusus Blok Masela melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik lokasi yang dipersiapkan untuk kunjungan Presiden Republik Indonesia serta pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis nasional Blok Masela, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis terkait, hingga pihak pengelola proyek. Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh aspek pendukung telah siap sebelum agenda nasional tersebut dilaksanakan.
Dalam pengecekan lapangan, tim memverifikasi kondisi akses jalan menuju lokasi, kesiapan lahan, fasilitas pendukung, serta kelengkapan administrasi dan dokumen teknis. Seluruh unsur diperiksa secara detail untuk mengantisipasi kendala yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan.
Ketua Satgas Khusus Masela menegaskan bahwa kunjungan Presiden dan groundbreaking merupakan momentum penting yang menandai dimulainya tahapan pembangunan proyek energi terbesar di kawasan timur Indonesia. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal dan terukur.
“Kami memastikan semua aspek teknis maupun administrasi telah memenuhi standar yang ditetapkan. Kunjungan Presiden dan pelaksanaan groundbreaking menjadi tonggak penting bagi percepatan pembangunan Blok Masela yang selama ini dinantikan masyarakat,” ujarnya.
Proyek Blok Masela sendiri diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku. Kehadiran proyek tersebut diyakini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama Satgas Khusus Masela menyatakan komitmennya untuk terus mengawal seluruh tahapan persiapan dan pelaksanaan proyek agar berjalan lancar, transparan, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan semakin intensifnya persiapan di lapangan, masyarakat kini menantikan realisasi pembangunan yang diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku secara keseluruhan.
(tim)






