Tenun dan Perahu Tumbur Tembus Jakarta, Dua Kementerian Siap Bangun Tanimbar

Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Diplomasi budaya yang dibawa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar di tingkat nasional mulai membuahkan hasil. Tenun khas Tanimbar dan miniatur Perahu Tumbur yang diperkenalkan dalam sejumlah agenda di Jakarta berhasil menarik perhatian pemerintah pusat. Dua kementerian (Kementrian Perhubungan dan Kementrian Pariwisata)pun

dikabarkan siap mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pendekatan yang mengedepankan identitas budaya daerah tersebut dinilai menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan potensi Tanimbar kepada pemerintah pusat. Tenun Tanimbar yang kaya motif serta Perahu Tumbur yang menjadi simbol budaya dan maritim masyarakat Tanimbar menjadi ikon yang memperkuat diplomasi daerah.

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar ‘dr.Juliana Ch.Ratuanak’ menyampaikan bahwa budaya bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk membuka akses kerja sama dan pembangunan daerah.

Konektivitas Laut Dirombak Total.

Pada 23 Juni 2026, Wabup Tanimbar  bersama rombongan yang di terima langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI, menghasilkan 4 poin kesepakatan besar pembangunan pelabuhan yang siap dieksekusi diantaranya:

*Pengembangan Pelabuhan Saumlaki sebagai pintu gerbang utama perekonomian Tanimbar.

*Pembangunan Pelabuhan Baru di Desa Sofyanin, Kec. Fordata.

*Pengembangan Pelabuhan Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar.

*Pengembangan areal ±2 hektar lengkap dengan akses jalan baru menuju Wuarlabobar.

Wisata Bahari Tanimbar Siap Jadi Primadona Nasional.

Pada 24 Juni Wabup Tanimbar dan rombongan menggelar audiensi bersama Asisten Deputi Destinasi Wisata Kemenpar Republik Indonesia. Dari pertemuan tersebut membuahkan tiga Kesepakatan kunci untuk mendongkrak pariwisata Tanimbar agar naik kelas, yaitu:

*Pengembangan Objek Wisata Bahari, Eksplorasi keindahan pantai, pulau-pulau eksotis, dan bawah laut Tanimbar yang magis.

*Peningkatan Ekonomi Kreatif (Ekraf),Tenun ikat, kerajinan tangan, dan kuliner lokal Tanimbar siap dikemas lebih premium untuk pasar nasional. *Penguatan Formula ‘3A’ Pariwisata: Akses: Kemudahan jalan darat, laut, hingga rute udara.

Atraksi: Kalender event budaya dan festival wisata tahunan yang rutin digelar.

Amenitas: Kultur keramahtamahan lokal dikombinasikan dengan fasilitas penunjang wisata yang diperkuat.

“Konektivitas pelabuhan dan pariwisata adalah dua sayap yang akan membawa Tanimbar terbang tinggi. Kita tidak bisa lagi menunggu, kita harus jemput bola ke pusat agar Bumi Duan Lolat tidak lagi terisolir, melainkan menjelma jadi destinasi unggulan di gerbang Indonesia Timur,” ujar dr. Juliana mantap.

Lebih lanjut, Wabup mempertegas bahwa Tanimbar tidak hanya membawa proposal pembangunan, tetapi juga membawa identitas dan kebudayaan yang menjadi kekuatan daerah. Melalui budaya, Tanimbar semakin dikenal di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam dua hari pertemuan itu, dukungan dari dua kementerian disebut mencakup pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan infrastruktur daerah. Tanimbar dipandang memiliki posisi strategis sebagai wilayah kepulauan di bagian selatan Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara tetangga dan jalur pelayaran internasional.

Selain itu, potensi sumber daya alam, sektor kelautan, dan keberadaan Proyek Strategis Nasional Blok Masela turut menjadi faktor yang meningkatkan perhatian pemerintah pusat terhadap Tanimbar.

Pelaku seni dan budaya di Tanimbar menyambut baik langkah pemerintah daerah yang mengangkat tenun dan Perahu Tumbur sebagai identitas daerah di tingkat nasional. Mereka berharap perhatian pemerintah pusat tidak hanya berhenti pada aspek budaya, tetapi juga berlanjut pada pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pengamat pembangunan daerah menilai pendekatan diplomasi budaya dapat menjadi strategi efektif bagi daerah-daerah kepulauan untuk menarik perhatian pemerintah pusat. Budaya dinilai mampu memperkuat identitas sekaligus membangun jejaring kerja sama yang lebih luas.

Dengan dukungan yang mulai terbuka dari pemerintah pusat, Tanimbar kini memiliki peluang besar untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Tenun dan Perahu Tumbur yang selama ini menjadi simbol budaya masyarakat, kini juga menjadi jembatan yang membawa harapan baru bagi masa depan daerah.

Masyarakat berharap komitmen dua kementerian tersebut segera diwujudkan dalam program dan kebijakan konkret, sehingga Tanimbar dapat berkembang menjadi salah satu gerbang pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.

(dp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *