H.M. Hanafi.S.H Anggota DPRD Agam Salurkan Pokir, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing

MATUR – (SIN) – Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kewirausahaan bagi UMKM, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Agam tersebut berlangsung di Homestay Family Berkah, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur. Program ini terlaksana melalui aspirasi dan pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Agam Dapil VI, H.M. Hanafi, S.H., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.

H.M. Hanafi.S.H yang juga merupakan purnawirawan polri dengan pangkat terakhir AKBP tersebut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan UMKM. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya UMKM yang berada di wilayah Dapil VI Agam.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku UMKM diperlukan agar usaha masyarakat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki daya saing.

“Melalui program ini kita berharap pelaku UMKM mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan mutu Serta dapat menaikan pendapatan keluarga, khususnya di dapil VI ini ” ujar Beliau.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Matur, Novia Susandra, S.E., M.M., C.PS., C.HL., C.MTr., mengapresiasi pelaksanaan bimtek tersebut. Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja dan mengembangkan potensi produk lokal.

Ia juga ikut mendorong peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh, terutama dalam pengelolaan dan pencatatan keuangan, strategi pemasaran, peningkatan kualitas serta kemasan produk, legalitas dan sertifikasi, hingga akses pembiayaan.

Di tengah perkembangan teknologi, pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan media sosial, marketplace dan pembayaran digital untuk memperluas pemasaran. Penguatan branding dan identitas produk dinilai penting agar produk lokal semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan UMKM, lanjutnya, juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia perbankan dan pendamping UMKM, terutama dalam membuka akses terhadap permodalan, pemasaran, pengetahuan dan peningkatan kualitas produk.

Melalui kegiatan tersebut, 20 pelaku UMKM di Matur diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan memanfaatkan peluang pasar, sehingga UMKM di Dapil VI Agam dapat tumbuh lebih mandiri serta berdaya saing. (LJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *