TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG – (SIN) – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tulang Bawang Barat, Hermono, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat realisasi anggaran revitalisasi pendidikan bernilai miliaran rupiah di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Langkah pengawasan ini difokuskan pada dua sekolah penerima bantuan revitalisasi, yakni SMAN 2 Tumijajar dan SMAN 1 Tulang Bawang Tengah. Hermono menekankan bahwa pelaksanaan program harus berjalan sesuai aturan, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh komunitas sekolah.
“Setiap rupiah anggaran pendidikan harus kembali kepada tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” tegas Hermono, S.Pd.
Poin-Poin Utama Pengawasan dan Komitmen Program:
1. Anggaran Besar & Sesuai Aturan:
Harus diiringi dengan pertanggungjawaban yang transparan dan akuntabel.
2. Pengawasan Serius:
Agar tidak terjadi penyimpangan dan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
3. Fokus pada Mutu Bangunan:
Memastikan manfaat revitalisasi dirasakan oleh siswa, guru, serta masyarakat luas.
4. Kepercayaan Publik:
Integritas dan transparansi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.
5. Masa Depan Generasi Muda:
Pendidikan berkualitas adalah investasi berkelanjutan demi masa depan anak-anak di Tubaba.
melalui pengawasan yang ketat dan transparan, diharapkan proyek revitalisasi SMAN 2 Tumijajar dan SMAN 1 Tulang Bawang Tengah ini menjadi contoh tata kelola anggaran pendidikan yang baik dan akuntabel di Provinsi Lampung.
Tentang MKKS SMA Tulang Bawang Barat:
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan wadah koordinasi dan komunikasi antar kepala sekolah SMA di wilayah Tulang Bawang Barat untuk meningkatkan mutu, tata kelola, dan kualitas pendidikan. (*).






