Jombang – (SIN) – Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) Gelar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, hari jadi Provinsi Jatim ke-77, hari jadi Pemkab Jombang ke-112 dan hari Santri Nasional tahun 2022.
Kegiatan diisi dengan 1000 orang dari semua etnis dan semua agama baik Islam, Kristen, Hindu Budha dan Khonghucu menari dengan diiringi oleh karawitan Srengenge Nyunar. Ribuan masyarakat lintas agama di Kabupaten Jombang ini menari di sepanjang jalan KH Wahid Hasyim dalam rangka peringatan hari kesaktian Pancasila dan sosialisasi moderasi beragama.
Pertunjukan tarisn dari ribuan warga tersebut sengaja digelar oleh Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) yang bertujuan untuk menunjukkan kepada seluruh dunia kalau Kabupaten Jombang bisa mempersatukan seluruh elemen masyarakat dengan macam-macam etnis, serta budaya dan agama yang ada di Kabupaten Jombang.
“Kami ingin menunjukkan kepada dunia jika kabupaten Jombang dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat yang ada di kabupaten Jombang,” tutur Sekretaris FKMJ Kabupaten Jombang, Didik Tondo Susilo, pada Minggu (23/10/2022) pagi.

“Sedangkan moderasi agama adalah bisa saling memahami, yang kita pahami adalah umatnya agar bisa bersatu padu antar umat beragamaberagama didalam kehidupan sehari-hari, “jelasnya.
“Sedangkan 1000 orang penari tersebut diambil dari kalangan semua usia, baik pelajar maupun mahasiswa yang berada di Kabupaten Jombang dari semua etnis dan semua Agama, “tegas Didik.
Seni tari yang dipertunjukan dalam pagelaran budaya tersebut yakni tari dari suku budaya yang ada di seluruh Nusantara seperti dari Papua, Maluku, NTT, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan dari Jawa termasuk tari Remo boletan.
“Tari Remo boletan yang kita padukan dengan tari lain seperti NTT, Aceh, Bali, Papua, Kalimantan, dengan penata tari Inni Amami SPd dan gending garapsn Budi Subandrio Spd,” ungkapnya.
H Didik Tondo Susilo, SH, Msi selaku sekrataris umum FKMJ menyatakan,”Adanya acara ini menunjukan bahwa Jombang bukan hanya identik dengan Kota Santri namun juga Kabupaten yang sangat menghargai keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, “ujarnya kepada awak media.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wabub Jombang didampingi Forkopimda serta beberapa kepala OPD, tokoh lintas agama, etnik, suku dan budaya. Yang menarik diacara ini dihibur dengan tari ular dari anggota FKMJ dari Jombang. Wakil Bupati Sumrambah, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi dan Didik Tondo Susilo ikut menari ular.
Bupati Jombang putri Pahlawan Nasional Indonesia ini mengatur, “Kegiatan ini menunjukan kebersamaan dan guyub rukun masyarakat Jombang dari berbagai agama, etnik, suku dan budaya tanpa melihat perbedaan, “pungkas Hj Mundjidah Wahab.
(Arofah MR)





