Ogan Komering Ulu Selatan – (SIN) – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) mendukung dan mengapresiasi upaya translokasi kelompok gajah (Elephas Maxiums Sumatranus) Meisida ke Suaka Margasatwa Gunung Raya sebagaimana disampaikan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zulfakar Dhani, S.Sos., pada rapat koordinasi di Ruang Nagara Bhakti, Kamis (12/02/2026).
Rapat ini, menurut Asisten II bertujuan untuk mengkoordinasikan terkait rencana dan proses translokasi gajah ini. Sehingga kegiatan ini diharapkan tidak akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, baik bagi masyarakat maupun gajah yang ditranslokasi.
Apalagi, gajah Sumatera yang akan ditranslokasi ini habitat aslinya di OKU Selatan. Sehingga hal ini harus betul-betul dijaga. Termasuk mencegah terjadinya konflik antara gajah dan manusia.
Terkait rencana ini juga lanjut Asisten II agar mengevaluasi beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya Terkait kegiatan ini. Baik yang telah dilaksanakan di OKU Selatan maupun di luar.
“Untuk itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama terkait skenario agar disiapkan beberapa rencana karena tentu ada hal yang tidak bisa prediksi,” ujarnya.

Meski demikian, diharapkan translokasi gajah Meisida ini dapat berjalan lancar dan habitat gajah di OKU Selatan tetap terjaga, serta tentunya agar tidak terjadi lagi konflik gajah dengan manusia.
Terkait jalur yang direncakan juga agar disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk di lokasi penampungan jangan ada kegiatan di sana, serta mengenai rencana pemasangan pagar kejut.
“Melalui rapat ini kami imbau agar ini betul-betul disampaikan kepada masyarakat Terkait rencana translokasi ini, pak kades, Camat, Kapolsek Danramil agar disampaikan kepada masyarakat. Termasuk ketika ada perkembangan di lapangan agar dapat di sampaikan kepada tim untuk dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
BKSDA Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kepala Seksi, Yusmono, S.HUT., MSI., dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa Gajah ini selama ini sering berkeliaran di sebagian wilayah Kecamatan Buay Pemaca dan Buana Pemaca. Dan rencananya lima Gajah Sumatera yang merupakan hewan yang habitat utamanya di Wilayah Kabupaten OKU Selatan ini akan di translokasi ke Blok Manduriang yang wilayahnya masuk Kecamatan BPR Ranau Tengah.
Dijelaskan bahwa gajah-gajah betina ini diketahui menjelajah di luar kawasan konservasi sehingga beberapa kali terjadi interaksi negatif di beberapa desa.
Dalam proses yang direncanakan berlangsung dia tahun ini pihaknya bersama tim memperhatikan banyak hal dan teknis serta pengkajian, sehingga diharapkan selain translokasi ini berjalan lancar juga tidak akan menimbulkan permasalahan lain. “Untuk itu, dalam proses ini kita tidak bisa terburu-buru. Bahkan ketika gajah sudah berhasil si translokasi kita tetap harus melakukan pemeliharaan di sana,” katanya.
Dalam kesempatan ini, ia mengharapkan dukungan dan komitmen jajaran Pemkab OKU Selatan terhadap proses ini. “Karena tentu kita tidak ingin kehilangan hewan yang berhabitat asli di OKU Selatan, khususnya di kawasan SM Gunung Raya. Yang dilakukan mulai dari pemeriksaan lokasi gajah, termasuk menyiapkan rumah baru,” jelasnya.
“Kami juga tentunya tidak ingin menimbulkan konflik baru baik dalam proses maupun pasca translokasi ini,” pungkasnya.
Hadir juga pada rapat ini Kadin LH, Kadin PMD, Kasat PolPP, Camat Buay Pemaca, Camat Buana Pemaca, Camat BPR Ranau Tengah, Kepala KPH Mekakau Saka, Kapolsek Simpang, Koramil Simpang, Kapolsek Buay Pemaca, para Kepala Desa di Kecamatan Buay Pemaca dan Buana Pemaca khususnya yang desanya menjadi tempat perlintasan gajah.
(Rifki)





