Kualatungkal – (SIN) – Rencana Besar Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Pemantau Kewenangan (LSM-JPK) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) untuk melaksanakan demo aksi damai untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi yang telah direncanakan pada hari ini,”Selasa (12/9/2023).
Rencana demo tersebut sudah terlanjur menjadi konsumsi publik Tanjabbar tetapi ditunda, akhirnya menjadi pertanyaan besar oleh Masyarakat Tanjabbar.
Saat dikonfirmasi terkait masalah penundaan Domo tersebut. Ketua LSM-JPK Rahmadi Ariyanto, S.Kom, menjelaskan perihal penundaan dikarenakan kepeduliannya terhadap keluarga besar LSM-JPK.
“Saya Ketua LSM-JPK Tanjabbar dengan ini meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Tanjabbar dan rekan-rekan semua, atas ditundanya demo aksi damai yang telah kami rencanakan terkait kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menyampaikan tuntutan dikarenakan adanya keluarga besar LSM-JPK Tanjabbar yang Harus segera dirawat di RSUD K.H Daud Arif, Alhasil Dokter harus segera dilakukan tindakan OPERASI BESAR” tutur Ketua LSM-JPK.
Karena rasa kepedulian dan apresiasi terhadap anggota keluarga besarnya, Rahmadi pun turut ambil bagian berpartisipasi jaga malam di RSUD terbesar di Kabupaten Tanjabbar.
“Pulang jam lima subuh saya mas, makanya saya kesiangan jam segini baru bangun (Pukul 11:00 Wib), kita lebih mengedepankan kepedulian terhadap keluarga besar Lembaga kita ini mas, yang lain nomor sekian,” terangnya.
Rahmadi pun juga menegaskan aksi ini pasti akan dilanjutkan, karena sesuatu yang tertunda belum tentu dibatalkan.
“Catat ini mas ya, dan saya pastikan aksi ini akan saya lanjutkan, karena ini cuman tertunda bukan dibatalkan, kita buat bersih Tanjab Barat ini dari praktek korupsi, saya pastikan itu, tegasnya ketua ( LSM- JPK ) Rahmadi Ariyanto.
(Jun)






