“BBM Langka, Masyarakat Sumba Barat Daya Menjerit” Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, hanya Slogan.

Sumba Barat Daya-NTT – (SIN) – Masyarakat Sumba Barat Daya Propinsi Nusa Tenggara Timur mengalami kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis Pertalite, Pertamax dan sejenisnya. Kelangkaan terjadi sejak hari Minggu ( 10/08/2025 ) hingga Selasa ( 12/08/2025 ), kondisi SPBU Sesumba Barat Daya masih tutup, demikian disampaikan beberapa warga yang ditemui di SPBU Kererobo Kecamatan Kota Tambolaka Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur, kepada wartawan media ini pada Selasa (12/08/2025).

Salah satu warga SBD “DJ” mengatakan bahwa hal tersebut terus terulang di setiap momen HUT Kemerdekaan NKRI, ini seperti ritual rutin. Mirisnya lagi di SPBU tidak ada minyak, tetapi eceran ada, sebenarnya ini ada apa? Jangan jangan SPBU menjual minyak ke pengecer dan melakukan penimbunan, kemudian menjual kembali ke masyarakat dengan keuntungan yang besar.ucapnya.

Senada dengan DJ, warga MJ mengungkapkan kekesalannya, dan mempertanyakan sebenarnya siapa yang bertanggungjawab terkait kelangkaan ini, tidak ada penjelasan atau pengumuman kepada masyarakat? Ia juga menyoroti soal tema besar HUT ke-80 RI ” Bersatu Berdaulat,Rakyat Sejahtera,Indonesia Maju”, bagaimana rakyat sejahtera, untuk urusan BBM saja sudah susah, ibaratnya ini hanya sebuah slogan kosong bagi saya, karena kebutuhan BBM saja Pemerintah sepertinya dianggap hal biasa, kesalnya.

Dari pantauan media ini, banyak warga masyarakat SBD pengguna kendaraan Roda Dua dan Roda 4, memarkirkan kendaraannya.Tukang ojek dan sopir mobil penumpang sangat dirugikan, sejak terjadi kelangkaan selama tiga hari ini, penghasilan mereka sudah tidak ada. Seperti yang diungkapkan oleh YH salah satu sopir mobil penumpang, bahwa selama tiga hari ini pemasukannya sudah tidak ada, sementara dirinya melakukan kredit di bank yang setiap akhir bulan harus setor. Pekerjaannya sebagai sopir memang hanya berharap dari pengangkutan penumpang. Saya berharap pihak yang berwenang mengatasi ini sesegera mungkin.

Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya dan Para Wakil Rakyat SBD jangan menganggap ini hal biasa, sebagai rakyat kecil kami sangat merasakan dampaknya, tutupnya.

Sampai berita ini tayang, belum ada konfirmasi kepihak Pertamina maupun PEMDA dan Para Wakil Rakyat Sumba Barat Daya.

(dp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *