Bangun Rumah Produksi, Pemdes Lauran Jadikan Buah Mangrove Produk Unggulan 

Kepulauan Tanimbar – Maluku – (SIN) – Potensi hutan mangrove yang dimiliki desa Lauran Kecamatan Tanimbar Selatan Kepulauan Taninbar Maluku telah membuka ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus berinovasi dengan menciptakan produk unggulan dari tanaman penjaga pesisir itu.

Kepala desa Lauran, Stanislaus Kenjaplaun menjelaskan bahwa wilayah desanya memiliki hutan mangrove (bakau) yang cukup luas, ada sekitar kurang lebih tiga ratus enam puluh ribu meter persegi.

Sejak tahun 2021, awal dirinya jadi Kepala Desa, pernah mendapatkan sosialisasi dari dinas terkait tentang hutan mangrove. Waktu itu beta (saya-red) diminta hadir dalam rangka ada usulan penanaman bakau di Lauran, dari situ saya memahami lebih jauh terkait manfaat hutan mangrove, jelas Kenjaplaun ketika ditemui wartawan media ini di kantornya, Selasa (16/12/2025).

Lebih lanjut, Kenjaplaun menjelaskan bahwa pada tahun 2022 ada bantuan mesin produksi pemgolahan buah mangrove yang berasal dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), yang tujuan awalnya untuk desa Ritabel Kecamatan Tanimbar Utara. Entah alasan apa, bantuan tersebut di alihkan ke desa Lauran.

Selang beberapa waktu, Kementrian desa menyelenggarakan pelatihan pengolahan buah mangrove di desa Lauran, ada 15 peserta yang ikut pelatihan. Waktu itu pengolahan buah mangrove di jadikan bahan kopi, selay,permen, kue dan sirup, benar benar dipraktekkan oleh peserta, ujarnya.

Pada tahun 2023 hingga tahun 2024, kami mengalami kendala lahan untuk pembangunan rumah produksi, namun pada tahun anggaran 2025, melalui Dana Desa telah berhasil dibangun yang kemudian akan di lanjutkan pemasangan mesin produksi dan direncanakan tahun 2026 mendatang pabrikasi pengolahan buah mangrove menjadi salah satu produk unggulan desa Lauran akan dimulai.

Sumber daya pengelola sudah siap,ini diharapkan tidak ada kendala berarti yang dihadapi nanti,harapnya.

Yohanis Laiyan, ketua kelompok pengelola produksi ketika diminta pendapatnya, mengatakan bahwa ini adalah peluang dan kesempatan untuk memanfaatkan potensi lokal desa Lauran menjadi sesuatu yang lebih bernilai karena sudah menjadi produk unggulan, lapangan kerja terbuka, ekonomi akan berdampak lebih baik dan pelestarian terhadap tanaman mangrove akan semakin ditingkatkan.

Dirinya mengakui bahwa tidak pernah membayangkan buah tongke yang tadinya dianggap sampah dan terbuang begitu saja, ternyata dapat menjadi bahan produk unggulan yang bernilai ekonomi.

Senada dengan Yohanis, Rofina Yempormase, salah satu anggota kelompok tersebut sangat bersyukur dengan pelatihan yang sudah pernah diikutinya, menambah ketrampilan dan bahkan dirinya sudah tidak sabar menunggu proses produksi, sehingga ketrampilan yang telah dimilikinya dapat tetap terasah.

Ketika ditanya apakah masih butuh peningkatan kapasitas, Yempormase sangat mengharapkan itu, tapi menurutnya jika nanti produksi sudah jalan, maka tetap kami butuh penyegaran, ucapnya penuh harap.

**dp**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.