Nagari Gantuang Ciri Tampilkan “Arak Anak Daro Jo Bako”, Raih Harapan III di HUT ke-113 Kabupaten Solok

Solok – (SIN) – Nagari Gantuang Ciri turut ambil bagian dalam memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-113 Kabupaten Solok melalui festival kuliner dan budaya yang digelar meriah oleh pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Nagari Gantuang Ciri tampil mengusung tema “Arak Anak Daro Jo Bako”, sebuah tradisi adat Minangkabau yang sarat makna dan nilai kekeluargaan.

Festival kuliner ini diawali dengan iring-iringan peserta dari Taman Hutan Kota Wisata (THKW) hingga finis di depan Kantor Bupati Solok. Sepanjang rute, masyarakat disuguhkan atraksi budaya, pakaian adat, serta beragam sajian kuliner khas dari 74 nagari se-Kabupaten Solok yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Penampilan Nagari Gantuang Ciri menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Mengangkat tradisi “Arak Anak Daro Jo Bako”, rombongan menampilkan prosesi adat yang menggambarkan kebersamaan antara keluarga pihak perempuan (anak daro) dengan keluarga bako dalam adat Minangkabau. Arak-arakan tersebut diiringi dengan busana adat yang khas serta diwarnai nuansa budaya yang kental, sehingga menghadirkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.

Selain menampilkan prosesi adat, Nagari Gantuang Ciri juga menyuguhkan berbagai kuliner tradisional yang menjadi ciri khas daerah. Hidangan tersebut tidak hanya menjadi simbol kekayaan rasa, tetapi juga bentuk pelestarian warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam festival kali ini, Nagari Gantuang Ciri berhasil meraih peringkat Harapan III dan turut membawa pulang hadiah berupa satu unit sepeda. Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras seluruh tim dalam menampilkan budaya serta kuliner khas nagari di hadapan publik.

Pemerintah Kabupaten Solok melalui kegiatan ini menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mempromosikan budaya lokal. Festival kuliner yang melibatkan puluhan nagari ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antar masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Ribuan warga memadati sepanjang rute iring-iringan untuk menyaksikan kemeriahan acara. Tidak sedikit pengunjung yang turut mengabadikan momen dan mencicipi berbagai hidangan khas yang disajikan oleh masing-masing nagari.

Keikutsertaan Nagari Gantuang Ciri dalam perhelatan ini menjadi wujud nyata komitmen dalam melestarikan adat dan budaya Minangkabau. Tema “Arak Anak Daro Jo Bako” yang diangkat tidak hanya memperkenalkan tradisi kepada generasi muda, tetapi juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Momentum HUT ke-113 Kabupaten Solok ini pun diharapkan mampu menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan identitas daerah. Dengan keberagaman budaya yang dimiliki, Kabupaten Solok terus menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang kaya akan tradisi, sekaligus mampu mengemasnya dalam kegiatan yang menarik dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

[LJ]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar