Disdikbud Provinsi Lampung, Resmi Buka Pendaftaran PJJ SMA Pada 6-31 Juli 2026

Bandar Lampung – (SIN) – Kesempatan bagi anak putus sekolah di Provinsi Lampung untuk kembali melanjutkan pendidikan segera dibuka.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) mulai 6 hingga 31 Juli 2026.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Lampung menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini masih mencapai puluhan ribu orang.

Melalui PJJ, remaja yang sempat berhenti sekolah tetap dapat menyelesaikan pendidikan jenjang SMA tanpa harus mengikuti sistem belajar reguler setiap hari.

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan program ini diperuntukkan bagi masyarakat berusia 16-18 tahun atau belum genap 19 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan SMA.

“Mulai tanggal 6 Juli sampai 31 Juli kita membuka SPMB Pendidikan Jarak Jauh tahun 2026. Bagi anak-anak kita yang putus sekolah atau drop out dengan usia 16 sampai 18 tahun, tetapi belum berusia 19 tahun, silakan mendaftar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang akan diumumkan melalui media sosial resmi Disdikbud Provinsi Lampung maupun akun sekolah penyelenggara.

Pada tahap pertama, Program PJJ akan dilaksanakan di empat SMA negeri, yakni SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Gunung Sugih, Lampung Tengah, SMA Negeri 1 Pagar Dewa, Lampung Barat, dan SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan, Tulang Bawang.

Thomas memastikan lulusan PJJ akan memperoleh ijazah resmi dari sekolah tempat mereka terdaftar.

“Misalnya mengikuti PJJ di SMA Negeri 2 Bandar Lampung, maka ijazah yang diterima adalah ijazah resmi SMA Negeri 2 Bandar Lampung,” katanya.

Menurut Thomas, program tersebut sengaja difokuskan pada kelompok usia 16-18 tahun karena menjadi kelompok dengan angka putus sekolah yang masih cukup tinggi di Lampung.

Data Disdikbud mencatat terdapat sekitar 20.534 anak putus sekolah di Provinsi Lampung. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut dapat ditekan secara bertahap hingga 2028 melalui pelaksanaan Program Pendidikan Jarak Jauh dan SMA Terbuka.

Setiap sekolah penyelenggara PJJ pada tahap awal menyiapkan kuota sedikitnya 60 peserta didik.

Selain PJJ, Disdikbud juga akan menjalankan Program SMA Terbuka mulai Juli 2026. Program itu menyasar masyarakat berusia 18-21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan SMA dan akan tersedia di 15 sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten di Lampung.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran PJJ menggunakan sistem Learning Management System (LMS) dengan konsep blended learning, yaitu sekitar 70 persen pembelajaran dilakukan secara daring dan 30 persen melalui pertemuan tatap muka sesuai jadwal yang ditetapkan sekolah.

Thomas berharap kedua program tersebut dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap anak di Lampung memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA. Jangan sampai masa depan mereka terhenti hanya karena pernah putus sekolah,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *