Tuban – (SIN) – SMK Negeri 1 Tuban terus memperkokoh peran dan statusnya sebagai Sekolah Literasi Nasional melalui penguatan budaya pembiasaan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi informasi secara terarah, cerdas, dan bermanfaat. Langkah strategis ini dijalankan guna memperluas wawasan literasi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta membekali setiap peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang selaras dengan tuntutan perkembangan zaman.
Pembiasaan pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah tidak hanya sebatas penguasaan perangkat, melainkan diarahkan agar teknologi menjadi sarana utama memperluas akses bacaan, memperdalam pemahaman, dan menghasilkan karya bernilai. Peserta didik secara rutin dibiasakan memanfaatkan perpustakaan digital, mengakses sumber ilmu pengetahuan yang beragam, mengolah informasi secara bijak, hingga menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis maupun karya multimedia yang berkualitas.
Kepala SMKN 1 Tuban menegaskan bahwa gerakan literasi yang didukung teknologi ini bukan kegiatan sesaat, melainkan budaya yang dibiasakan secara terus-menerus. “Kami ingin setiap siswa terbiasa menggunakan teknologi untuk menambah wawasan, bukan sekadar hiburan. Dengan demikian, literasi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dan membawa manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Penerapan pembiasaan ini sejalan dengan visi Sekolah Literasi Nasional, yaitu mewujudkan warga sekolah yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing tinggi. Melalui pendampingan pendidik serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai, SMKN 1 Tuban berupaya menjadikan teknologi sebagai jembatan yang menghubungkan peserta didik dengan sumber ilmu yang luas, terbuka, dan tanpa batas ruang maupun waktu.
Upaya berkelanjutan ini juga menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendukung program peningkatan indeks literasi nasional. SMKN 1 Tuban bertekad terus menghadirkan lingkungan belajar yang modern, kondusif, dan senantiasa mendorong semangat membaca, menulis, serta berpikir sistematis di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
(*)






