Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Misteri kematian Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji belum sepenuhnya terungkap. Di tengah proses penelusuran penyebab kematian prajurit tersebut, muncul kesaksian seorang warga berinisial J yang mengaku melihat dan mendengar keributan di sekitar Pos Pamtas Satgas Yonif Parahyangan pada malam sebelum Samuel ditemukan meninggal dunia.
J mengaku melihat situasi tersebut dari kejauhan. Ia menyebut terdapat beberapa orang di sekitar pos dan terdengar suara pertengkaran.
Namun, karena merasa takut, J memilih tidak mendekati lokasi.
Menurut pengakuannya, sebelum meninggalkan tempat tersebut, dirinya melihat situasi yang dinilai mencurigakan. Setelah itu, J mengaku didatangi seseorang dan diminta untuk tidak menceritakan apa yang dilihat maupun didengarnya kepada orang lain.
“Saya lihat ada keributan di sekitar pos. Tapi saya tidak berani mendekat. Setelah itu ada yang datang dan suruh saya diam,” ungkap J.
Kesaksian tersebut menjadi penting karena J mengaku mengenal Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji secara dekat.
J pun menyatakan kesediaannya memberikan keterangan kepada penyidik apabila dipanggil secara resmi.
“Saya siap memberikan kesaksian kalau prosesnya sudah dilakukan. Saya sangat kenal dengan almarhum,” kata J.
Ada Warga Lain yang Disebut Mengetahui
J juga mengungkap adanya warga lain yang menurut pengakuannya sempat melihat kejadian di sekitar lokasi.
Namun, J menduga warga tersebut memperoleh sejumlah uang agar tidak memberikan informasi kepada pihak luar.
Klaim tersebut belum terverifikasi secara independen. Belum diketahui siapa yang disebut memberikan uang, berapa jumlahnya, kapan pemberian itu dilakukan, maupun apa dasar J menyimpulkan adanya upaya membungkam warga tersebut.
Karena itu, informasi tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai fakta sebelum dikonfirmasi melalui pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Meski demikian, apabila benar terdapat warga lain yang berada di sekitar lokasi sebelum Samuel ditemukan meninggal dunia, keterangan mereka menjadi bagian penting yang perlu ditelusuri penyidik.
Apa yang Terjadi di Sekitar Pos?
Kesaksian J membuka sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban.
Apa sebenarnya yang terjadi di sekitar Pos Pamtas Satgas Yonif Parahyangan pada malam sebelum Pratu Samuel Ebet ditemukan tewas?
Siapa saja yang berada di lokasi?
Apakah benar terjadi pertengkaran atau keributan seperti yang disebut J?
Siapa yang meminta J untuk diam?
Apakah terdapat saksi lain yang melihat atau mendengar kejadian?
Dan yang paling penting, apakah kesaksian tersebut memiliki keterkaitan dengan penyebab kematian Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji?
Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui penyelidikan yang objektif, pemeriksaan saksi, pemeriksaan lokasi, serta pencocokan keterangan dengan bukti-bukti lain.
Jika terdapat saksi yang mengetahui rangkaian peristiwa sebelum kematian korban, perlindungan terhadap saksi juga menjadi penting agar mereka dapat memberikan keterangan tanpa tekanan maupun intimidasi.
Menunggu Penjelasan Resmi
Kesaksian J seharusnya menjadi informasi awal yang perlu diverifikasi, bukan kesimpulan mengenai penyebab kematian Pratu Samuel.
Pihak berwenang perlu menguji setiap keterangan secara profesional, termasuk memeriksa J, menelusuri warga lain yang disebut mengetahui kejadian, serta memastikan apakah terdapat bukti yang mendukung ataupun membantah kesaksian tersebut.
Masyarakat pun berhak mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut secara transparan, sepanjang tidak mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Denpom, Propam TNI, maupun Komando Satgas Pamtas Yonif Parahyangan belum memberikan keterangan resmi mengenai kesaksian J, dugaan adanya perintah untuk diam, maupun klaim mengenai dugaan pemberian uang kepada saksi lain.
Kasus ini kini menyisakan satu pertanyaan utama: jika benar ada keributan sebelum Pratu Samuel Ebet ditemukan meninggal dunia, apa yang sebenarnya terjadi malam itu di sekitar pos?
(DO)






