HUT Karawang ke–393, Ketua Komisi II DPRD Dorong Karawang Maju Tak Sekedar Slogan

Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke–393 tidak hanya menjadi momentum seremonial. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Mumun Maemunah, mendorong agar bertambahnya usia Karawang benar–benar diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan di berbagai sektor.

Mumun menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Karawang ke–393 sekaligus menitipkan harapan agar pembangunan daerah semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, semakin bertambahnya usia Karawang, pemerintah daerah dituntut untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

“Selamat Hari Jadi Kabupaten Karawang yang ke–393. Semoga di usia yang sudah sangat matang ini, Karawang semakin dirasakan keberadaannya oleh masyarakat,” ujar Mumun, Senin (14/9–2026).

L

Ia menegaskan, salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

“Harapannya masyarakat semakin sejahtera, pendidikan semakin merata, dan tidak ada lagi stunting di Karawang,” katanya.

Sebagai salah satu daerah industri besar, Karawang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, menurut Mumun, geliat industri harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Ia berharap keberadaan kawasan industri di Karawang mampu membuka lapangan pekerjaan seluas–luasnya bagi masyarakat setempat. Jangan sampai pertumbuhan industri hanya terlihat dari nilai investasinya, sementara masyarakat sekitar justru masih menghadapi persoalan pengangguran.

“Karawang sebagai daerah industri harus bisa memberikan peluang pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat, sehingga dapat membantu menurunkan angka pengangguran,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa status Karawang sebagai daerah industri semestinya tidak berhenti pada kebanggaan atas banyaknya kawasan industri. Dampak ekonomi dari aktivitas industri harus benar–benar dirasakan masyarakat.

Di sektor pertanian, Mumun meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap nasib petani. Menurutnya, pembangunan Karawang tidak boleh mengesampingkan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu identitas penting daerah.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani, mulai dari kekeringan hingga persoalan eceng gondok yang dapat mengganggu aktivitas pertanian.

“Sebagai daerah pertanian, kita juga ingin petaninya sejahtera. Persoalan seperti kekeringan, eceng gondok dan berbagai persoalan lainnya diharapkan bisa ditangani sehingga tidak terus menjadi kendala bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan pertanian harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar petani tidak terus berada dalam posisi rentan.

Tak hanya industri dan pertanian, Mumun juga menyoroti sektor pariwisata. Ia menilai Karawang memiliki sejumlah potensi wisata yang masih dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Penataan destinasi, menurutnya, menjadi penting agar sektor pariwisata tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kita juga berharap sektor pariwisatanya bisa ditata lebih baik lagi, sehingga potensi wisata yang ada dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Mumun menegaskan, slogan Karawang Maju harus dibuktikan melalui kebijakan dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baginya, kemajuan Karawang tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik. Kemajuan juga harus terlihat dari meningkatnya kualitas pendidikan, membaiknya layanan kesehatan, kesejahteraan petani, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya pariwisata, serta menurunnya berbagai persoalan sosial.

“Kita berharap slogan Karawang Maju i

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *