KADES KEMIRI WIJI DITANTANG BUKA-BUKAAN: KE MANA MOBIL SEWAAN DAN UANG WARGA?

Malang – (SIN) – Amarah warga dan korban‑korban yang dirugikan meledak tak terbendung melihat sikap bungkam dan arogan Kepala Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Wiji. Alih‑alih mengaku salah dan bertanggung jawab, ia malah menantang serta bersikap seolah suci tak bersalah, memicu luapan kemarahan penuh makian tajam dari mereka yang dirugikan haknya.

✅ Dituduh “Memakan” Banyak Mobil Sewaan & Uang Sewa Sawah Warga

Amarah tercurah lugas tanpa sungkan:

“Udah berapa unit yang kamu makan mobil‑mobil rental itu? Uang sewa sawah punya warga sendiri juga kamu makan habis! Sawah yang sudah disewakan orang, kamu berani sewakan lagi berulang kali untuk kantongmu sendiri!”

Praktik curang itu terang‑terangan merugikan dua kali lipat: menguasai harta benda orang lain, lalu memutarbalikkan fakta demi keuntungan pribadi semata.

✅ Dihina Tak Punya Malu, Menyakiti Keluarga Sendiri

Kata‑kata pedas menyasar kelakuan tak terpuji dan hati nurani yang dianggap mati:

“Otak kamu itu ditaruh di mana? Sama sekali ndak tahu malu! Kasihan anakmu serta istrimu yang cantik itu, kok malah kamu ajak makan uang haram! Hasil merampok dan mencuri macam maling, tak ada rasa kemanusiaan sedikit pun!”

✅ Tetap Bungkam & Mengelak, Semakin Memperkuat Dugaan Kejahatan

Meski sudah dibenturkan bukti nyata, pengakuan saksi, serta pesan ancaman sendiri lewat WA, Wiji tetap tutup mulut dan menghindari klarifikasi. Ia menolak mengakui fakta penggadaian kendaraan yang terbukti, serta menutupi kebohongan pengelolaan tanah dan uang sewa milik warga desa. Semakin ia menghindar dan menantang pertemuan fisik, semakin tegas terbukti benang kusut pelanggaran hukum yang melibatkan harta benda warga secara sistematis.

✅ Bukti Terkumpul Rapi, Kemarahan Warga Tak Redah Sebelum Tuntas

Seluruh bukti kerugian, pesan ancaman, hingga rangkaian makian protes warga yang meluap karena ketidakberdayaan di depan pejabat yang dianggap berkuasa sewenang‑wenang, sudah didokumentasikan lengkap. Tim investigasi bersama korban terus bergerak maju tanpa gentar menerima segala intimidasi.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *