Agam – (SIN) – Sebuah rumah milik Nenek Upik yang berada di Kampung Tasia, Jorong Banda Gadang, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, hangus dilalap si jago merah pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 05,45 WIB. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Rumah yang dihuni oleh empat jiwa — Nenek Upik beserta suaminya, Zal dan Mak Cik — seluruhnya berhasil diselamatkan berkat pertolongan warga yang sigap, bahkan sempat dibawa ke tengah sawah untuk keamanan. Namun, seluruh bangunan beserta isinya musnah terbakar.
Kerugian Diperkirakan Capai Rp300 Juta
Saat dikonfirmasi oleh Suara Investigasi News, Wali Jorong Banda Gadang, Candra Susilo, menyampaikan kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai lebih kurang Rp300 juta.

“Harapan kami, Nenek Upik dan keluarganya yang berjumlah empat jiwa ini bisa dibantu untuk memiliki rumah yang layak huni kembali, karena saat ini mereka benar-benar tidak memiliki tempat tinggal,” ujar beliau.
Anggota DPR-RI, Bapak Ade Rizki Pratama,SE.MM,yang di dampingi camat matur. juga diketahui telah mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan perhatian langsung terhadap kondisi warga yang terdampak.
Damkar Datang Saat Rumah Sudah Habis
Kembali menjadi sorotan, kedatangan Unit Pemadam Kebakaran yang baru tiba dari Maninjau dan kecamatan IV Koto setelah rumah tersebut habis terbakar. Jarak tempuh yang jauh dari pusat kecamatan menjadi alasan utama keterlambatan penanganan. Hal ini bukanlah kejadian pertama; sebelumnya hal serupa juga terjadi di Nagari Lawang.
Warga Kecamatan Matur secara bersama-sama memohon perhatian serius kepada Pemerintah Kabupaten Agam agar segera membentuk dan melengkapi Pos Pemadam Kebakaran di Kecamatan Matur. Setiap menit sangat berharga saat terjadi kebakaran, dan warga tidak ingin lagi menunggu musibah berulang dengan kerugian yang tidak perlu.
Saluran Bantuan Donasi:
Bank: BSI — a.n. Vonike
No. Rekening: 7139637253
Kontak: Candra Susilo (Wali Jorong Banda Gadang) — 0812-7601-4926
(Hendri- agam)






