Kepulauan Tanimbar – Maluku – (SIN) – Pemerintah Desa Lauran terus memaksimalkan penggunaan dana desa (DD) dengan melakukan inovasi guna meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Salah satu inovasi yang dikebut adalah pembangunan wisata mangrove , demikian disampaikan Stanislaus Kenjaplaun ( kades_red) Lauran Kecamatan Tanimbar Selatan Kepulauan Tanimbar Maluku, ketika ditemui wartawan media ini di kantornya, Selasa (16/12/2025).
Lebih lanjut, Kenjaplaun menjelaskan awal mula rencana pembangunan ini di desain. Melihat potensi hutan mangrove yang ada di desa Lauran cukup luas untuk ukuran desa, ada sekitar kurang lebih enam hektar, serta memiliki spot (lokasi indah) yang dapat di inovasi menjadi tempat wisata yang dapat mengdatangkan pemasukan bagi desa, maka dalam visi misi selaku kepala desa, beta (saya-red) menterjemahkannya dalam dokumen RPJMDesa (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa).
Memang ini tidak mudah, karena terkendala di pembebasan lahan,tetapi dengan dukungan semangat dari masyarakat, pemerintah desa tetap berupaya mewujudkan ini, dan baru pada tahun 2025 ini kita realisasi dengan besaran dana 260 juta lima ratus 38 ribu rupiah ,jelas alumni Universitas Janabadra Jogyakarta tersebut.
Regulasi Pendukung Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Kosmas Ingnuan, ketika dikonfirmasi tentang dukungan BPD terhadap pembangunan wisata mangrove, menegaskan bahwa BPD dan masyarakat sangat mendukung. Menurutnya bentuk dukungan BPD terhadap pembangunan dimaksud adalah pembuatan Peratauran Desa (Perdes) tentang pungutan, dan hingga saat ini progresnya sudah hampir rampung dan siap dikomsultasikan ke bagian hukum, tegas Kosmas.

Dukungan Masyarakat
Beberapa warga yang ditemui di lokasi,kepada wartawan media ini mengatakan bahwa pembangunan wisata magrove yang dibangun pemerintah desa saat ini, kami sangat mendukung,apalagi ini menyangkut pendapatan asli desa. Selain itu ini menjadi satu satunya yang ada di Saumlaki, tempat kami melakukan refresing dan rekreasi karena pemandangan alamnya yang indah, hutan mangrove yang hijau membentang dan air laut jernih serta udara yang sejuk dilingkungan hutan mangrove, ucap mereka dengan wajah tersenyum sumringah.
Pantauan media ini di lokasi, masih banyak hal yang perlu dibenahi mulai penataan lokasi wisata, peningkatan infrastruktur seperti pembangunan gasebo dan beberapa bangunan pendukung lainnya, sehingga memang dibutuhkan campur tangan supra desa seperti dinas parawisata untuk mendorong peningkatan percepatan pembangunan wisata mangrove yang terkoneksi secara baik dan lengkap.
**dp**





