Dekat Rumah Dinas Wali Kota, Rumah Korban Kebakaran Masih Menyisakan Kerusakan

KOTA SOLOK – (SIN) – Tiga bulan lebih pascakebakaran, kondisi rumah Zuarni (54), warga Nan Balimo, RT 02/RW 05, Kota Solok, hingga kini masih menyisakan kerusakan. Ironisnya, rumah yang terbakar tersebut disebut hanya berjarak Kurang lebih 100 meter dari rumah dinas Wali Kota Solok.

Kondisi tersebut diketahui saat tim Suara Investigasi News.com melakukan penelusuran ke lokasi pada Rabu sore, 30 September 2026. Zuarni ditemui di tempat tinggal sementara yang berada tepat di samping rumahnya yang terbakar.

Musibah kebakaran terjadi pada 8 Juni 2026. Api menghanguskan rumah beserta seluruh isinya, termasuk pakaian, lemari dan berbagai perabotan rumah tangga.

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan rumah korban masih dalam kondisi terbuka dan belum diperbaiki. Sisa lemari, pintu serta sejumlah perabotan yang terbakar masih terlihat. Pada bagian dinding juga tampak retakan memanjang.

Di samping bangunan lama, terdapat bangunan yang baru mulai dikerjakan. Namun, menurut Zuarni, pembangunan tersebut dilakukan secara swadaya melalui bantuan keluarga, kerabat dan teman-temannya.

“Itu uluran tangan dari beberapa kerabat, kawan dan teman yang kami terima. Kami kumpulkan sedikit demi sedikit. Ada yang memberikan bantuan bahan bangunan berupa kayu, semen dan pasir. Setelah ada dana untuk upah tukang, baru kami mulai kerjakan,” ungkap Zuarni.

Terkait bantuan pemerintah, Zuarni mengatakan bantuan awal memang telah diterimanya setelah kejadian. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial berupa bantuan pangan dan makanan siap saji.

“Kalau yang dari Pemko, Dinas Sosial setelah kejadian membawa bantuan penyangga berupa bantuan pangan dan makanan siap saji. Pendataan juga sudah dilakukan, tapi hingga kini belum ada kepastian” ujarnya.

Persoalan kemudian bukan sekadar bantuan darurat yang telah diterima, melainkan bagaimana tindak lanjut pemulihan korban setelah pendataan dilakukan.

lebih dari tiga bulan berlalu, kondisi rumah korban kebakaran masih belum tersentuh bantuan pemko, Zuarni pun masih bertahan di tempat tinggal sementara sambil berusaha membangun kembali kehidupannya dengan bantuan keluarga dan kerabat.

Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab Pemerintah Kota Solok. Setelah pendataan korban dilakukan, bagaimana status Zuarni dalam program bantuan pemulihan? Apakah bantuan lanjutan telah diusulkan atau dianggarkan? Jika belum, apa kendala yang menyebabkan bantuan tersebut belum terealisasi?

Pertanyaan tersebut penting mendapatkan penjelasan resmi agar masyarakat mengetahui secara terang tindak lanjut pemerintah terhadap korban bencana, khususnya setelah bantuan tanggap darurat diberikan.

Suara Investigasi News.com akan meminta konfirmasi kepada Pemerintah Kota Solok dan instansi terkait mengenai hasil pendataan, bantuan yang telah diberikan, kemungkinan bantuan lanjutan serta langkah pemerintah terhadap kondisi rumah Zuarni.

Di tengah puing rumah yang belum sepenuhnya pulih, Zuarni dan keluarganya terus berusaha bangkit dengan kemampuan sendiri. Harapannya sederhana, pemerintah tidak hanya hadir ketika musibah terjadi, tetapi juga memastikan korban mendapatkan pendampingan dan bantuan dalam proses pemulihan. [LJ]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *