Di masa Pendemi level 3, Dinas Perpustakaan Surabaya dan Kelurahan Jagir, memberikan materi dunia dongeng kepada bunda paud

 

Surabaya Jawa Timur – (SIN) – Untuk melestarikan budaya dongeng perlu suatu kesabaran, ketelatenan, dan keuletan. Sehingga pandemi yang melanda di Surabaya masuk level 3, membuat orang tua dan masyarakan harus benar-benar peduli akan perkembangan anak-anaknya. Jangan sampai anak memanfaatkan momentum adanya pandemi dengan pembelajaran melalui kegiatan zoom. Dimanfaatkan anak-anak untuk bermain gadget.

Banyak orang tua dan masyarakat luput dalam pengawasan ke anak-anaknya sehingga orangtua beranggapan anaknya mengerjakan tugas ternyata bermain game, oleh anak-anak bahkan melihat tontonan melalui media youtobe. Pengawasan inilah harus benar-benar di tekankan kepada orangtua, jangan sampai permasalahan tersebut, malah berpengaruh atau terjadi pada anak anak melalui media gadget.

Melalui Dinas Perpustakaan Kota Surabaya dan Kelurahan Jagir mengadakan dan menfasilitasi bunda paud, kader PKK dan Umum yang ingin menambah pengetahuan dongeng bisa belajar mendongeng yang ada di Aula Kantor Kelurahan lantai 2 Kamis (17/2). Tidak heran banyaknya peserta dari bunda Paud, Kader PKK, dan masyarakat umum ingin mendalami dunia dongeng ke anak-anak.

Lurah Jagir Laksmi Suproborini, ST, M.MT, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa diterapkan kepada masyarakat, bunda paud, dan kader PKK agar supaya mereka bisa mendampingi putra-putrinya di rumah selama pandemi sedang melanda Surabaya yang mulai masuk level 3.” Ungkapnya

Laksmi juga menegaskan bahwa kegiatan ini tetap kita ngedepankan protokol kesehatan yang sangat ketat melalui masuk ruangan harus mengukur suhu dan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak, tempat duduk di buat agak berjauhan.” Tegasnya.

Di dalam kegiatan tersebut Laksmi juga mengungkapkan materi yang di sampaikan kepada bunda Paud, kader PKK dan masyarakat umum Laksmi mengundang tidak tanggung-tanggung pendongeng nasional Kak Harris dalam memberikan materi. Dalam pemberian materi Kak Harris yang mempunyai nama lengkap Harris Rizki memberikan materi dasar belajar mendongeng hingga mempelajari ekspresi dan karakter dalam belajar mendongeng.” Ungkapnya.

Tidak hanya itu. Kak Harris juga mengajak peserta untuk permainan game dalam tiap sesinya sehingga membuat peserta tidak mudah bosan. Tidak hanya itu peserta juga di berikan kesempatan untuk maju ke depan untuk mendongeng secara bergantian. Antusias peserta sangat semangat dan enerjik dalam membawakan suatu cerita yang di dongengkan.

Nur Hayati salah satu peserta mendongeng mengungkapkan sangat terbantukan dalam kegiatan ini karena bisa menambah pengetahuan dan ilmu dalam mendongeng kepada anak-anak di sekolah maupun di rumah.

 

(Sunardi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *