METRO LAMPUNG – (SIN) – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Metro resmi menetapkan Calon Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaran kampanye yang memanfaatkan fasilitas negara.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Kota Metro, Badawi Idham dalam konferensi Pers yang didampingi Kasat Reskrim Polres Metro, IPTU Rosali dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Metro, Yayan Indriana di Sekertariat Gakkumdu, Senin (14/10/2024).
Badawi Idham menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Qomaru Zaman namun yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sakit dan menjalani perawatan di RSUD Ahmad Yani Metro.

“Hari ini jadwal jadwalnya memanggil pak Qomaru, tapi informasinya ini pak Qomaru sakit. Kita masih menunggu surat resmi keterangan sakit dari penasehat hukum ataupun dari keluarga pak Qomaru. Mungkin dari tiga hari beliau ini sakit kita jadwalkan ulang,” kata dia kepada awak media.
Dirinya mengungkapkan bahwa status tersangka Qomaru Zaman telah ditetapkan pada Sabtu tanggal 12 Oktober 2024 lalu.
“Iya, hari Sabtu Qomaru sudah ditetapkan oleh penyidik yang didampingi oleh Kejari dan Bawaslu, ditetapkan sebagai tersangka. Itu penyidik yang tau soal ditetapkannya sebagai tersangka dan pasal yang dikenakan terhadap Qomaru,” ucapnya.
Badawi juga menjelaskan bahwa soal kemungkinan diskualifikasi pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah Kota Metro nomor urut 02 tersebut masih akan diproses.
“Soal paslon yang didiskualifikasi atau tidak bukan kewenangan kami, jadi itu nanti akan diproses dulu lah. Kami punya batas waktu 14 Hari, kalau tidak hadir bisa dihadirkan paksa. Dia sudah jadi tersangka
Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro, IPTU Rosali membeberkan hasil pemeriksaan perkara yang dilakukan oleh Gakkumdu.
“Di sini dan saat ini ada tiga unsur di dalam Gakkumdu, ada penyidik, kemudian ada dari kejaksaan dan dari Bawaslu. Saat ini kami sedang melaksanakan pemeriksaan penyidikan dan pemanggilan terhadap saudara paslon, bapak Qomaru,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Qomaru Zaman sebagaimana diatur dalam undang-undang.
“Sementara sudah kita lakukan pemanggilan, kita masih menunggu juga untuk pemanggilan bapak Qomaru ini. Untuk pelanggaran pasalnya di sini dijelaskan pada pasal 188 kompilasi nomor 8 tahun 2018 tentang perubahan atas undang-undang nomor 1 tahun 2015,” jelasnya.
“Tentang pemilihan Gubernur, Bupati atau Walikota dan perubahan Kedua atas undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang penetapan peraturan pemerintah nomor 1 tahun tentang Walikota,” imbuhnya.
Menurutnya, calon Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman dapat dikenakan pidana penjara paling lama 6 bulan atas kasus tersebut.
“Yang berbunyi, setiap pejabat negara dan pejabat sipil negara dan Kepala desa atau sebutan lain dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 71 dapat dipenjara 1 sampai 6 bulan,” bebernya.
“Dalam pasal 71 dijelaskan dengan bunyi gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan walikota atau wakil walikota dilarang menggunakan kewenangan program dan kegiatan yang menguntungkan untuk merugikan salah satu Pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 1 sampai 6 bulan mundur ke belakang. Jadi yang melaksanakan kampanye belum saat pada waktunya, yang mendekati pada saat penetapan,” tutupnya. (*)






The designer must have learned coding from a cereal box.
This site is so slow it could lose a race to a dead snail.
The content is so useless it couldn’t even help itself.
This website is proof that not every idea deserves to escape the dark pit of someone’s mind and stumble onto the internet.
The designer clearly thinks random flashing ads are peak design.
The content is a jumbled mess of word vomit and bad ideas.
This website is a glitchy nightmare that haunts my cursor.
The designer’s skills are a tragedy in three acts: ugly, slow, and broken.
This site is so ugly it could make a mirror crack.
The designer must have used a broken Etch A Sketch to plan this.
This site is so outdated it could be a relic in a museum.
This site is so ugly it could make a mirror crack.
The designer’s work is a masterclass in how to ruin everything.
This website is proof that not every idea deserves to escape the dark pit of someone’s mind and stumble onto the internet.
It’s so riddled with pop-ups, I thought I’d accidentally joined a circus instead of visiting a website.
The layout is so bad it could confuse a GPS.
The designer must have used a broken Etch A Sketch to plan this.
The designer must have used a broken Etch A Sketch to plan this.
The designer’s idea of user-friendly is a slap in the face.
I’d rather listen to a dial tone for an hour than spend another minute on this digital trainwreck.
The writing feels like it was generated by a malfunctioning toaster.
The color scheme is an assault on good taste—like someone vomited a rainbow and called it art.
This site is a dumpster fire with a URL slapped on it.
Whoever coded this clearly learned HTML from a cereal box and then forgot half the instructions.
The designer must have been asleep during the entire process.
The site’s so poorly optimized it lags on a supercomputer.
The designer clearly peaked at making paper airplanes.
The text is a snoozefest that could bore a caffeine junkie.
This site is so broken it makes a shattered phone screen look good.
The text is a snoozefest that could bore a caffeine junkie.
This site loads slower than a sloth on sedatives.
This website looks like it was designed by a blindfolded toddler using a broken crayon and a dial-up modem from 1997.
The content is a steaming heap of uninspired drivel.
This site is so slow it could lose a race to a dead snail.
This site is a glitchy disaster begging to be put out of its misery.
This website is what happens when you give a raccoon a keyboard.
The fonts are so ugly they could scare off a vulture.
This website is a masterclass in how to waste everyone’s time.
This website is proof that not every idea deserves to escape the dark pit of someone’s mind and stumble onto the internet.
The designer’s idea of creativity must be stealing from a 90s Geocities page.
This content is so dull it could put a caffeine addict to sleep.
This site is so outdated it could be a relic in a museum.
The content reads like a rejected script from a bad infomercial.
The writing is so awful it could ruin a good mood in seconds.
The designer’s taste is worse than a moldy sandwich.
The text is a slog that could bore a hyperactive toddler.
This is the internet equivalent of stepping in dog poop.
The site’s so poorly optimized it lags on a supercomputer.
This website is a glitchy mess that defies all logic.
The content smells like it was scraped from the bottom of a trash can.