Diduga Para Aparat Desa tidak beretika Ricuh Diatas Kapal Penumpang Jurusan Gunungsitoli

Gunungsitoli – (SIN) – Sekitar empat ratusan orang aparat desa berlayar dari pelabuhan Gunungsitoli menuju Sibolga menumpangi Kapal PT Wira Jaya Logitama (WJL) pada Kamis (25/9/2024) malam hari.

Sebagian dari mereka yang merupakan kepala desa, sekretaris desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Pemda di Pulau Nias sempat ricuh menuntut pihak kapal menyediakan fasilitas tempat tidur agar dapat nyaman mengarungi perjalanan satu malam penuh ke Kota Sibolga.

Kejadian itu membuat pihak pengelola kapal sepat kelimpungan, sebab para aparat desa disebutkan cukup arogan menyampaikan tuntutan. Hal itu juga sangat mengganggu penumpang lain yang sudah bersiap berlayar.

Kepala Cabang WJL Gunungsitoli, Atrisyani Harefa ketika dikonfirmasi Jurnalis SIB News Network (SNN) membenarkan adanya insiden saat WJL hendak bersiap berlayar sekitar pukul 22.00 WIB.

Dituturkan, sebelumnya ada pihak Event Organizer (EO) bernama Roger yang ditunjuk pihak kementerian dalam negeri selaku panitia mengurus keberangkatan aparat desa dari berbagai Pemda di Kepulauan Nias untuk melakukan Diklat ke luar daerah.

Pihak Roger dikatakan memesan tiket kapal untuk ratusan orang namun diminta PT WJL yang melakukan pemesanan online, perusahaan tidak setuju sebab hal itu rumit. Kemudian kedua belah pihak sepakat dilakukan pemesanan manual namun tanpa fasilitas tempat tidur.

Dengan negosiasi yang dilakukan, peserta akhirnya berangkat Kamis (26/9/2024) malam.

Namun aneh dikatakan, para aparat desa menuntut fasilitas tempat tidur dengan lebih, sementara kapal memiliki penumpang yang telah memesan fasilitas itu.

“Kami memiliki penumpang yang menjadi langganan saban hari, dan itu telah kami sampaikan sebelumnya sehingga kami tidak dapat memenuhi harapan pihak EO,” katanya.

Hal itulah yang membuat para aparat desa protes secara berlebihan tadi malam.

Roger, pihak Event Organizer dari PT Royalindo yang mengurusi keberangkatan aparat desa saat dikonfirmasi mengaku telah melakukan pemesanan tiket berikut fasilitas tempat tidur serta membayarkannya diawal untuk seluruh penumpang yang diurusin nya.

Namun saat ditanya harga tiket per orang, Roger tidak menjawab. Dia berkilah dengan menyarankan mencari informasi pada website perusahaan.

Roger mengaku tidak mengetahui persis penyebab kericuhan yang terjadi diatas kapal, namun dia menduga karena pemesanan dan adanya penumpang lain, ditambah dengan ukuran kapal yang berbeda. (Hermansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46 Komentar