Cirebon – (SIN) – Gapura Taman Pataraksa Cirebon Kabupaten Cirebon Setinggi 8,7 Meter Ambruk roboh pada Selasa, 2 Januari 2023. Beruntung robohnya Pataraksa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Gapura Pataraksa Alun-Alun Cirebon kabarnya dibangun menghabiskan Anggaran Lebih Dari Rp 4 M, Roboh dan ambruk pada sisi kanan diduga akibat kualitas bangunan kabarnya tidak sesuai spek .
Alhasil Bupati Cirebon, Imron pun murka dan memerintahkan kepada dinas terkait untuk menghubungi konsultan dan pengawas proyek agar dapat menindaklanjuti dan mengevaluasi penyebab keruntuhan struktur tersebut.
“Begitu saya cek, memang benar. Saya kecewa sekali ini bangunannya tidak memenuhi kriteria. Saya menginstruksikan kepada dinas terkait, ini harus benar-benar ada tindak lanjutnya,” kata Imron
Bupati juga merasa Kecewa dengan kinerja penggarap proyek tersebut karena kualitas bangunan pada gapura itu dianggap tidak memenuhi standar.
Menurut dia, Makanya penting ada pengawasan, kenapa sampai sejauh ini. Sebenarnya proyek ini ada tahapan. Harus dilakukan pengawasan ketat jangan sampai terjadi hal seperti ini yang diakibatkan sebuah kelalaian pada tahap pengerjaan. Ia juga menegaskan pihak kontraktor harus bertanggung jawab.
Beruntung dari adanya dugaan kelalaian pelaksana ini masih ada masa pemeliharaan dan bupati menyarankan harus bongkar total. Kami minta harus tanggung jawab,” tegas Imron.
Saya meminta ke dinas terkait untuk menindaklanjuti agar kontraktor yang mengerjakan ini (gapura) tidak digunakan lagi,” ucapnya.
Dari kejadian itu kabarnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon Ridwan Hardiawan pun kabarnya langsung melakukan pertemuan dengan konsultan dan pelaksana proyek Alun-alun Taman Pataraksa .Dan diperoleh keterangan tanggung jawab pemeliharaan proyek itu dikabarkan sampai limit waktu sampai 27 April 2024.
Sementara terlihat dilapangan banyak yang menyangkan proyek dengan jumlah anggaran besar itu harus ambruk dan roboh, sementara kegiatannya baru juga diresmikan , sekarang yang terlihat reruntuhan bangunan yang berserakan dan polislen kuning yang terpasang melingkar.
(Hd)





