Kepulauan Tanimbar – Maluku – (SIN) – Pepatah “berat sama di pikul, ringan sama dijinjing” benar benar diwujudnyatakan masyarakat desa Bomaki Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maluku. Hal tersebut nampak dari pelaksanaan pembangunan jalan desa yang bersumber dari APBDesa tahun anggaran 2025, pada senin (14/07/25) di desa itu.
Hasil pantauan media ini di lokasi, pembangunan jalan dengan volume 300 meter dan lebar 3.5 meter itu dikerjakan oleh sepuluh rukun tetangga(10 RT), dengan jumlah pekerja 500 ratusan orang. Ini dipertegas oleh kepala desa Bomaki ” Virgilius Lamere” kepada wartawan media ini.
Bahwa animo masyarakat baik perempian maupun laki laki untuk turut ambil bagian pada kegiatan ini sangat tinggi, dan berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah pekerjaan dibagi per RT, dimana volume 300 meter dibagi per 30 meter untuk masing masing RT, dengan jumlah tenaga kerja per RT adalah 50 orang bahkan ada RT yang punya tenaga kerja 70 orang, seperti RT.10, mereka punya tenaga banyak, bahkan mereka yang tuntas pertama pekerjaan jalan, ujarnya.

Sebenarnya pekerjaan jalan ini sudah dikerjakan pada juni lalu, namun karena cuaca hujan, baru pada hari ini kita dapat lakukan dan ditargetkan hari ini juga selesai, ucapnya mengakhiri.
Ibu Martenci Fabeat salah satu tenaga kerja yang berada di Rt.06, ketika diminta tanggapannya terhadap kerja model seperti ini mengatakan ini sangat bagus, karena kebersamaan dalam membangun desa sama sama dirasakan, dan kita puas, ini bukan soal nilai uang yang didapat tetapi bagaimana selaku masyarakat desa Bomaki turut ambil bagian membangun desa secara bersama sama, dan jelasnya ini sangat seru, karena melalui ini rasa kebersamaan dan memiliki terhadap apa yang dibangun sungguh dirasakan, Jelasnya.
Stanilaus Laiyan ketua RT.10 ketika ditemui dikelompoknya mengatakan bahwa kerja sama seperti ini sungguh sangat bermanfaat baik untuk persatuan dan kebersamaan dalam menyelesaikan sesuatu baik itu ringan maupun berat. Apalagi pemerintah desa sangat transparan soal ini baik harga material lokal maupun upah kerja, langsung dikasih tahu secara terbuka kepada masyarakat, jadi kita sangat senang dan puas, ini bukan soal berapa nilainya tetapi kejujuran yang disampaikan oleh pemerintah desa membuat kita semua terlibat, untuk membangun kampung ini secara bergotong royong,tutupnya.
(dp)





