Hampir Tiga Dekade Dalam Bayangan PLT, Kini PWI Tanimbar Punya Pengurus Definitif

Kepulauan Tanimbar – (SIN) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar resmi memiliki kepengurusan definitif untuk pertama kalinya sejak daerah ini berdiri pada tahun 1999. Pelantikan dan orientasi pengurus periode 2026–2029 berlangsung di Gedung Serbaguna MSC Saumlaki, Rabu (22/4/2026).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PWI Provinsi Maluku, Alex Sariwating, yang menyerahkan pataka PWI kepada Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Simon Lolonlun, sebagai simbol tanggung jawab organisasi.

Dalam sambutannya, Simon Lolonlun menegaskan bahwa momentum ini bukan sekedar seremoni, melainkan tonggak sejarah bagi dunia pers di Tanimbar.

“Hari ini kita tidak sekedar melaksanakan sebuah seremoni organisasi. PWI Tanimbar mengukir sejarah baru. Setelah hampir 27 tahun, akhirnya kita memiliki kepengurusan yang dilantik secara definitif,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kehadiran PWI harus menjadi kekuatan moral dalam menjaga kualitas informasi di tengah tantangan era digital.

“Pers tidak boleh menjadi penyampai informasi semata, tetapi harus menjadi penjernih informasi. Kemerdekaan pers bukan berarti tanpa batas, melainkan kebebasan yang dijalankan dengan tanggung jawab, etika, dan keberpihakan pada kebenaran,” tegasnya.

Mengusung tema “Menata Fondasi, Menguatkan Integritas: PWI Tanimbar sebagai Pilar Literasi dan Demokrasi Lokal,” Simon menyebut kepengurusan ini akan fokus pada penguatan kompetensi wartawan, menjaga independensi, serta membangun solidaritas internal organisasi.

“Kami berkomitmen menghadirkan pers sebagai penjaga kepentingan publik, sekaligus mitra strategis yang kritis dan konstruktif bagi pemerintah,” tambahnya.

Simon Lolonlun berharap, dengan terbentuknya kepengurusan definitif ini, diharapkan PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar mampu menjadi rumah besar bagi wartawan yang profesional, berintegritas, serta berperan aktif dalam mendorong demokrasi dan pembangunan daerah yang berkeadaban.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Maluku, Alex Sariwating, dalam arahannya menekankan pentingnya soliditas organisasi dan peran strategis pers dalam mendukung pembangunan daerah.

“Banyak hal yang bisa dilakukan oleh rekan-rekan PWI untuk membangun daerah ini. Tanimbar adalah daerah yang ibarat ‘susu dan madu’, potensinya besar dan harus dikelola dengan baik agar menjadi berkat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga iklim informasi yang sehat guna mendukung investasi, khususnya terkait proyek strategis nasional Blok Masela.

“Mari bangun iklim informasi yang sehat, sehingga investor memiliki kepercayaan untuk berinvestasi di daerah ini,” ujarnya.

Sariwating turut mengingatkan seluruh anggota PWI untuk tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan kode perilaku wartawan. Menurutnya, Integritas adalah fondasi utama. Tanpa itu, pers akan kehilangan kepercayaan publik.

Ia juga memberikan apresiasi kepada INPEX sebagai kontraktor di Blok Masela yang dinilai telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan kapasitas wartawan di daerah.

Di kesempatan yang sama, Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menyampaikan bahwa pers memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran publik dan mendukung pembangunan daerah.

“Pers tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga penentu arah kesadaran publik. Pers harus tetap menjadi penjaga kebenaran dan penuntun nalar masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memandang PWI sebagai mitra penting dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang sehat.

“Kami berharap PWI dapat memperkuat kualitas jurnalistik berbasis fakta, menjaga peran sebagai kontrol sosial yang konstruktif, serta membangun narasi positif tentang Tanimbar,” kata Bupati.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kepercayaan publik.

“Pembangunan tidak akan bermakna jika tidak dipahami, dan tidak akan berkelanjutan jika tidak dipercaya. Di sinilah peran pers menjadi sangat penting,” tambahnya.

Pelantikan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, pimpinan BUMN/BUMD, perguruan tinggi, partai politik, organisasi masyarakat, serta insan pers di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

**dp**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *