Solok – Sumatera Barat – (SIN) – Senin, 10 November 2025, menjadi hari penting bagi masyarakat Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Camat Kubung(Acil fasra S.IP.MM)secara resmi melantik Sriwahyuni sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) dari unsur pemuda, menggantikan Septa Pura yang sebelumnya mengundurkan diri karena maju sebagai perangkat nagari.
Pelantikan yang digelar di Kantor Wali Nagari Gantung Ciri tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, perangkat nagari, serta tokoh masyarakat. Namun di balik suasana seremonial itu, tersimpan harapan besar sekaligus tekanan moral bagi anggota BPN yang baru.
Lemahnya Fungsi Kontrol, Pembangunan Tak Merata
Selama beberapa tahun terakhir, BPN Gantung Ciri dinilai tidak menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan pemerintahan nagari. Akibatnya, muncul berbagai ketimpangan sosial dan dugaan penyalahgunaan dana desa yang menimbulkan keresahan di kalangan warga.
Beberapa masyarakat menilai, program pembangunan di nagari cenderung tidak Tepat sasaran dari prioritas pembangunan. Keluhan masyarakat yang disampaikan melalui forum nagari pun sering dianggap “angin lalu” oleh pihak terkait.
“Kami berharap anggota BPN yang baru bisa benar-benar bekerja, bukan hanya hadir dalam rapat. Banyak sekali aspirasi warga yang tak ditindaklanjuti,” ujar salah seorang tokoh pemuda setempat yang enggan disebut namanya.

Merosotnya Kepercayaan Publik
Kondisi ini menyebabkan menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga BPN yang seharusnya menjadi penyeimbang dan pengawas kebijakan wali nagari. Beberapa warga menilai BPN selama ini terkesan hanya formalitas dan tidak berani bersuara dalam persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Kalau pengawasan BPN lemah, wajar kalau penyalahgunaan anggaran bisa terjadi. Kami butuh wakil rakyat nagari yang berani,” ujar warga lainnya.
Harapan Baru untuk Perubahan
Pelantikan Sriwahyuni diharapkan menjadi titik balik bagi lembaga BPN Gantung Ciri. Sebagai unsur pemuda, Semoga membawa semangat baru dan diharapkan dapat memperkuat transparansi, partisipasi masyarakat, dan pengawasan terhadap anggaran nagari.
Dengan kehadiran anggota baru ini, masyarakat menaruh harapan besar agar BPN benar-benar menjadi lembaga yang kritis, transparan, dan berpihak kepada rakyat, bukan hanya sekadar pelengkap struktur pemerintahan nagari.
Kini, tugas berat menanti di depan mata. BPN Gantung Ciri harus membuktikan bahwa lembaga ini bukan sekadar simbol, melainkan penjaga demokrasi dan pengawasan di tingkat nagari. Warga menunggu tindakan nyata bukan janji yang menguap di udara.
[LJ]





