IHT Implementasi Kurikulum Merdeka, Libatkan Kolaborasi 3 SMKN di Lamteng.

Lampung Tengah – (SIN) – Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

SMK Negeri 1 Terbanggi Besar berkolaborasi dengan SMK Negeri 1 Way Pengubuan dan SMK Negeri Unggul Terpadu mengadakan acara in house training (IHT) implementasi Kurikulum Merdeka di aula SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, Poncowati, Senin, 14/8/2023.

Acara ini mengambil tema “Implementasi Kurikulum Merdeka Menuju Pembelajaran yang Berkualitas dalam Mewujudkan Merdeka Belajar.”

Peserta kegiatan terdiri dari para guru dari tiga sekolah kejuruan tersebut.

YB Santosa, Ketua Pelaksana IHT, menyampaikan harapannya kegiatan IHT ini pihaknya dapat mentransfer pengetahuan dan pengalaman dari tim pemateri dalam Implementasi Kurikulum Merdeka.

Ia menyebutkan, waktu pelaksanaan IHT ini dua hari yaitu 14 Agustus dan 15 Agustus 2023.

Umi Tarsih, Kepala SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menjadikan materi ini menjadi inspirasi di sekolah masing-masing.

Senada dengan pernyataan sejawatnya, Istiqomah, Kepala SMK Negeri Unggul Terpadu dan Margiati, Kepala SMK Negeri 1 Way Pengubuan, juga berpesan agar para peserta dapat menghasilkan karya setelah pelatihan ini.

Hartati, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Lampung, memberikan sambutan dalam acara ini. Ia berharap agar para peserta dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik.

Hartati juga berpesan terkait penggunaan kontradiksi penggunaan medsos akhir-akhir ini.

“Mari tunjukkan prestasi diri dan sekolah melalui medsos dan bijak dalam penggunaannya,” ujarnya.

Tim pemateri IHT berasal dari SMK Negeri 3 Metro, yaitu Erlian Eka Damayanti, Mia Sumiati, dan Joko Sukarno. Para pemateri telah memiliki sertifikat implementasi Kurikulum Merdeka.

SMK Negeri 3 Metro sendiri adalah SMK Pusat Keunggulan. Program pengembangan SMK ini dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja.

Sekolah ini akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya. (Dedy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *