Kemenko Perekonomian Bersama Bupati Nias Gelar Temu Muka Alumni Penerima Kartu Prakerja

 

Nias Sumut – (SIN) -bAda dua tahun silam, gelombang pertama Program Kartu Prakerja diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto melaksanakan Temu Muka Penerima Kartu Prakerja di Kepulauan Nias yang dilaksanakan di Wisma Soliga Hotel Kota Gunungsitoli, Selasa (12/04/2022).

Pada Temu Muka Penerima Prakerja dihadiri oleh sejumlah Kepala daerah di kepulauan Nias yakni ; Bupati Nias Ya’atulo Gulo, SE, SH., M. Si, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Asisten II sekaligus Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Ketenagakerjaan Nias Barat Yobedi Gulo, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi Nias Utara Agusman Zebua, Senior Vice President Hubungan Kelembagaan BNI Ahmad Salman Somantri, Vice President Hubungan Kelembagaan BNI Juli Kuswardani serta Pemimpin BNI Cabang Gunungsitoli Rudi Darsono.

Hadir di awal pandemi Covid 19, Prakerja di siapkan pemerintah periode kedua Presiden Jokowi sebagai program peningkatan kompetensi angkatan kerja kemudian juga ditujukan sebagai instrumen perlindungan sosial untuk membantu kesulitan masyarakat akibat pandemi Covid 19.

Sambutan secara virtual pada Temu Muka Penerima Kartu Prakerja di Kepulauan Nias, Airlangga mengatakan bahwa Program Kartu Prakerja untuk memulihkan ekonomi, meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing, serta mendorong wirausaha.

Dengan keterbatasan saat pandemi Covid 19, Prakerja terbukti efisien setelah beradaptasi dalam melaksanakan program yang dijalankan 100 persen secara digital,” ucap Airlangga dihadapan kepala daerah dan perwakilan penerima Kartu Prakerja se- Pulau Nias.

Terusnya, Airlangga menggaris bawahi dengan penerapan teknologi, sebaran penerima Prakerja dapat mencapai wilayah pelosok tanah air.

Pada keberhasilan program tak hanya dari data dan angka, tapi juga dirasakan penerima yang dapat dilihat secara langsung. Dan berbagai survei lembaga independen menunjukkan hasil menggembirakan bahwa Kartu Prakerja mendapatkan tujuan yang dimandatkan, “jelasnya.

Kepada para alumni dari Pulau Nias, Airlangga berpesan agar tak hanya berhenti disini, manfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan untuk meningkatkan penghidupan dan masyarakat sekeliling anda. Belajar terus, mengasah diri menjadi lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga lebih siap dari hari ini, ” harapnya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Deni Puspa Purbasari mengatakan bahwa, pihaknya memilih Pulau Nias untuk menandai perjalanan sejarah dua tahun Prakerja sebagai bukti bahwa program ini di melayani angkatan kerja di 515 kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk pulau-pulau serta wilayah pedalaman tanah air.

Denni Puspa Purbasari berharap, dengan kedatangan Manajemen Pelaksana Prakerja di Nias dan pulau-pulau terluar sebelumnya memberi sinyal kuat kepada masyarakat tentang di mana Prakerja berpihak.

Interaksi sosial yang dibangun dari kunjungan ini agar membuat masyarakat mengerti bahwa Prakerja dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki hati nurani dan berpihak pada yang tertinggal, ” tegasnya.

Bupati Nias Ya’atulo Gulo, SE, SH., M. Si apresiasi program Kartu Prakerja yang di nilai sangat bermanfaat dan menjadi salah satu jawaban atas masalah ketenagakerjaan di Nias.

Pemerintah daerah siap mendukung alumni Prakerja dengan memberikan pelatihan digital marketing untuk penjualan barang dan jasa. Kami berharap para penerima Prakerja yang sudah merasakan dampak positif program ini dapat memberikan informasi pada rekan-rekan lainnya, sehingga Prakerja dapat menjadi solusi bagi masyarakat secara keseluruhan,” ujar Bupati Nias.

Penerima Prakerja asal Kabupaten Nias, Sabar Lafau mengaku, berkat mengikuti pelatihan Prakerja ia bisa memperoleh skill mengolah batok kelapa menjadi oleh-oleh khas Pulau Nias.

Dengan Sabar Lafau mengikuti pelatihan belajar digital Marketing sampai mahir, dan serta insentif dari Prakerja, bisa mengembangkan dan memasarkan kerajinan tangan seperti asbak, cangkir dan celengan dari batok kelapa,” pengalaman Sabar Lafau.

 

(Penulis ArG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *