Ketua Baznas Kota Solok Pastikan Korban Kebakaran Nan Balimo Terima Bantuan Rp2,5 Juta

SOLOK, – (SIN) – Keluhan keluarga korban kebakaran di kawasan Tembok Laiang, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, terkait perhatian dan bantuan pascakebakaran mendapat tanggapan dari Ketua Baznas Kota Solok, AKBP Purnawirawan H. Zaini, SH.

Kepada awak media cetak dan online Suara Investigasi News.com, H. Zaini memastikan korban kebakaran Nan Balimo akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,5 juta.

Menurutnya, bantuan tersebut direncanakan disalurkan pada 6 Oktober 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Insyaallah besok akan disalurkan bantuan kepada korban kebakaran Nan Balimo. Bantuan tersebut berupa uang sebesar Rp2,5 juta,” ujar H. Zaini.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian PEMKO Solok untuk meringankan beban korban setelah mengalami musibah kebakaran.

Sementara itu, terkait kemungkinan bantuan untuk rehabilitasi rumah, H. Zaini mengatakan prosesnya tidak dapat dilakukan begitu saja karena harus mengacu pada ketentuan dan persyaratan administrasi yang berlaku.

Menurutnya, calon penerima bantuan harus melengkapi sejumlah dokumen sebagai dasar untuk memastikan keabsahan dan kelayakan penerima bantuan.

“Untuk bantuan rehab rumah tentu harus mengikuti aturan dan melengkapi persyaratan keabsahan dokumen. Sementara sampai saat ini, kami belum menerima kelengkapan syarat administrasi tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya kepastian bantuan sebesar Rp2,5 juta tersebut, korban kebakaran Nan Balimo diharapkan dapat sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan pascakejadian.

Namun, untuk bantuan rehabilitasi rumah, prosesnya masih menunggu kelengkapan administrasi dari pihak korban. Setelah syarat terpenuhi, barulah kita dapat melakukan proses lanjutan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan tetap memberikan perhatian terhadap kondisi korban, terutama dalam pemulihan pascakebakaran agar masyarakat terdampak tidak merasa di abaikan dan menghadapi persoalan tersebut seorang diri. (LJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *