LAWET MUDA GADJAH MADA(LKGM) GANDENG KEGIATAN DENGAN PAGUYUBAN KOMUNITAS DIFABEL ROUFA21

 

Kebumen Jawa Tengah – (SIN) – Lawet muda gadjah Mada (LMGM) kebumen yang berkantor sekretariat : Jln manggis no 167,Depok, Sleman, yogyakarta, lakukan kegiatan peduli difabel dengan paguyuban Roufa21 di pendopo kecamatan Kebumen 29/4.

Pada kegiatan tersebut dihadiri dinas sosial & p3A yang di wakili oleh Heni Wahyuningsih SPD, Martono, S sos, Edy Suprayogi S sos, Msi selaku penasehat paguyuban Roufa21,Ida Widiastuti, SPD selaku ketua Potads Down Sindroom kabupaten Kebumen.

Acara di ikuti 50 anak difabel dan pendamping masing, Penampilan kegiatan di antaranya :

Fashion show

Melukis dengan metode menempelkan seperti biji bijian, dedaunan dan lainnya, atau dengan istilah Colase.

Penyampaian bakat seperti menyanyi, olah raga dan membaca ayat ayat suci Alquran (suratan pendek) acara dimulai sekitar pukul 13.30 wib sampai dengan pukul 16.15 wib.

Dinas sosial & P3A atau yang mewakilinya menyampaikan penguatan mendorong aktifitas kegiatannya pada anak anak difabel, di lanjutkan sering sering dengan tanya jawab

Aji Sugiantoro selaku ketua panitia penyelenggara pada awak media menyampaikan diadakannya kegiatan LMGM peduli difabel adalah, untuk sarana belajar teman-teman mahasiswa, juga orang tua, bahwasanya semua manusia itu sama, setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan.” Kata Aji Sugiantoro.

Setiap orang punya kekurangan pasti punya kelebihan maka dari itu, gimana caranya, kita sabar dengan tekun, untuk mencari yang untuk memulai. Kekurangan ataupun kelebihan tersebut, harapan kelebihan-kelebihan tersebut dapat membanggakan, bagi diri kita maupun bagi orang tua. Kemudian hal yang lain kami juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini.” Tambah Aji.

Mahasiswa-mahasiswa yang terlibat itu akan menjadi semacam rangsangan atau sadar, ini loh kita ada masalah sosial demikian, nah mahasiswa kan ranahnya di akademik untuk penelitian. mungkin kedepannya mahasiswa bisa meneliti gimana sih untuk menyelesaikan suatu permasalahan sosial yang ada.” Tutupnya.

 

(Tur Hartoto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *