Mandor Bayangan Berkeliaran di Sejumlah Proyek Pemerintah Hingga Pengerjaan Tak Berkualitas

Karawang – Jawa Barat – (SIN) – Ramainya Proyek pemerintah dibeberapa titik pengerjaan di ramaikan munculnya mandor bayangan di pengerjaan proyek pemerintah. Hal ini terpantau awak media yang terjun langsung melakukan investigasi, Jumat (18/7–2025).

Terlihat jelas, beberapa mandor tidak ditemukan dilapangan, jangankan mandor yang asli yang telah mendapatkan sertifikasi tenaga Ahli ,yang palsu pun mandor Bayangan tidak ada dilokasi.

Inilah carut marutnya pengerjaan proyek pemerintah tentu ini harus menjadi perhatian serius ke depan supaya setiap pengerjaan proyek berkualitas sesuai spesifikasi.

Mandor bayangan berkeliaran di sejumlah proyek Pemerintah hingga pengerjaan tak berkualitas. Awak media ketika bertandang dilokasi tidak mendapati jawaban yang tepat umumnya dilempar ke sana dilempar kesini mirip panjak topeng, dibola bagaikan bola pingpong.

Bahkan ada para pekerja saat ditanya siapa mandornya bahkan tidak mengetahui dan bungkam untuk memberikan penjelasan.

Seperti pengerjaan penurapan Dusun Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawabarat. Dimana Pemerintah Kabupaten Karawang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan anggaran Rp. 189.253.000,00 CV. Gemilang, sumber dana APBD 2025 di duga ada mandor bayangan.

Tentu ini menjadi suatu pertanyaan ?. Bagaimana sosial kontrol bisa berjalan sesuai fungsi dan tugasnya ??,

untuk konfirmasi di lapangan saat berada dilokasi, kalau seorang mandornya susah untuk ditemui.

Pengerjaan Penurapan di Dusun Cibuaya tidak dilakukan penggalian, tidak di kisdam tidak terlebih dahulu dengan dikeringkan serta adukan yang terlihat kurang semen, dan pondasi bawah mengecil, serta banyak batu terpendam tidak karuan di tanah bercampur lumpur.

“Bagaimana pekerjaan itu bisa berkualitas kalau mandor tenaga ahli tidak dilokasi, dan bila benar ada mandor bayangan dimungkinkan pekerjaan di pastikan tidak berkualitas disebabkan, mandor bayangan pasti tidak memiliki sertifikasi selaku tenaga ahli, bahkan Mandor bayangan cenderung melindungi pengerjaan yang carut marut di lapangan ”.

Untuk itu kami berharap sebagai warga negara Indonesia kepada Pengawas dan mandor asli diharapkan turun ke lapangan mengecek setiap pengerjaan proyek agar sesuai dan berkualitas jangan mengandalkan mandor bayangan, alias mandor mandoran dan kalau begitu di sebut dengan mandor palsu.

Kabiro(SIN)Karawang–Jabar

— T.S —

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *