Solok – (SIN) – Kekhawatiran masyarakat Kabupaten Solok terhadap maraknya peredaran narkoba kian meningkat. Dalam beberapa waktu terakhir, publik kerap disuguhi pemberitaan terkait pengungkapan kasus narkotika oleh aparat penegak hukum. Namun, sebagian besar pengungkapan tersebut dinilai masih berkutat pada level pengguna dan pengedar kecil, tanpa perkembangan signifikan hingga menyentuh jaringan besar atau pemasok utama.
Tokoh masyarakat Solok, Doctor Adli, menyampaikan kepada awak media Suara Investigasi bahwa langkah penegakan hukum yang hanya menyasar pelaku kelas bawah dinilai belum efektif dalam menekan laju peredaran narkoba. Menurutnya, selama bandar besar dan pemasok utama belum tersentuh, mata rantai peredaran akan terus berjalan dan bahkan berpotensi semakin meluas.
“Setiap kali ada penangkapan, yang muncul hanya pemakai atau pengedar kecil. Tapi siapa di balik semua ini? Siapa pemasok besarnya? Itu yang tidak pernah terungkap ke publik,” ungkapnya.
Masyarakat juga menyoroti minimnya transparansi dalam pengembangan kasus. Setelah pengungkapan awal dilakukan, publik jarang mendapatkan informasi lanjutan terkait proses penyidikan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Kondisi ini memunculkan asumsi di tengah masyarakat bahwa penanganan kasus narkoba belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.
Lebih jauh, warga khawatir jika pola penegakan hukum seperti ini terus berlanjut, maka jumlah pengguna narkoba di Kabupaten Solok akan terus meningkat setiap tahunnya. Dalam pandangan mereka, pengguna kerap hanya menjadi “tumbal” dari sistem peredaran yang lebih besar dan terorganisir.
“Kalau bandar besar tidak pernah ditangkap, maka suplai akan terus ada. Selama itu terjadi, pemakai baru akan terus bermunculan,” ujar seorang warga lainnya.
Dorongan kuat pun disampaikan kepada aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun instansi terkait, agar lebih serius dan konsisten dalam mengembangkan setiap kasus yang diungkap. Masyarakat berharap adanya langkah konkret untuk membongkar jaringan besar hingga ke akar-akarnya, bukan hanya berhenti pada pelaku lapangan.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya sinergi yang lebih kuat antara aparat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba. Edukasi, pencegahan, serta pengawasan dinilai harus berjalan seiring dengan penegakan hukum yang tegas dan menyeluruh.
Dengan meningkatnya keresahan ini, publik berharap aparat tidak hanya fokus pada capaian kuantitas penangkapan, tetapi juga kualitas pengungkapan kasus yang mampu memutus rantai peredaran narkoba secara sistematis.
Peredaran narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Solok. Oleh karena itu, pengungkapan hingga ke tingkat bandar besar dan pemasok utama menjadi harapan utama masyarakat demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari narkoba.
(LJ)





