Oknum Ketua Gapoktan Sebut Bantuan Hentrktor Tidak Bermanfaat di Daerahnya.

 

Pringsewu – (SIN) – Anggota kelompok tani dan warga Tulung Agung Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu, pertanyakan bantuan dari dinas pertanian berupa,” Traktor roda empat 4 yang di peruntukan buat kelompok tani, yang ada di pekon Tulung Agung, Sabtu (21/1/2023)

Mereka pada umum nya banyak yang tidak mengetahui bahwa dikelompok tani itu, pernah mendapatkan bantuan bajak traktor roda empat, kami sebagai kelompok tani dan masyarakat tak pernah melihat traktor bantuan tersebut,” Ujar salah satu anggota yang nama nya minta di rahasiakan.

Ketika dipertanyakan beberapa anggaota kelompok tani dan awak media, terkait bantuan Hentraktor, ketua Gabunga Kelompok Tani (Gapoktan) Miyono atau Ndonet berdalih menyebutkan barang tersebut tidak bermanfaat dikelompok taninya, karena wilayahnya tidak memadai kondisinya,” Kata Miyanto.

“Miyono alias Ndonet selaku ketua GAPOKTAN, Agung Makmur sejak tahun 2016 pekon Tulung Agung Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu terpaksa tidak menempatkan alat bantuan dari dinas pertanian berupa sebuahTraktor roda 4 tersebut dikelompok tani, dipekon Tulung Agung untuk di gunakan kelompok tani nya.Traktor tersebut malah di gunakan untuk kerja di luar daerah yang bukan dipekon Tulung Agung dalih ketua Gapoktan Miyono/ Ndonet.

Lebih lanjut ketika dipertanyakan di daerah mana tepatnya traktor tersebut berada ketua Gapoktan Miyono menjawab berputar-putar dan berpindah pindah-pindah daerah, di Pesawaran, di Lampung Timur pindah lagi di Lampung Selatan, hingga ke Jabung,” Jelas Miyono.

Menurut Miyono selaku ketua Gapoktan, membajak didaerah lain lebih menguntungkan, biasanya perhektar bisa mencapai Rp 600.000 perhari, tetapi ketika ditanya perolehan hasil dan kas Gapoktan Miyono, kembli berdalih tidak ada dana karena traktor nya rusak.

Secepatnya akan saya bawa pulang Traktor tersebut. Tetapi ada dana untuk biaya ongkosnya janji Miyono namun hingga kini Traktor tidak kunjung dibawa pulang kepekon Tulung Agung,

dalam hal ini sudah jelas ketua Gapoktan telah menyalah gunakan bantuan kelompok tani berupa yang seharusnya bisa di gunakan untuk kelompok tani Tulung Agung,” Pungkas salah satu warga.

 

(Ripa,i)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *