Pembalakan liar jenis kayu Dilindungi jenis Nyatoh dan meranti seakan dibiarkan secara jelas

Bangka Barat – (SIN) – Aktivitas pembalakan liar dan pencurian kayu yang dilindungi jenis (NYATOH & MERANTI) di kawasan hutan Desa Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, dikabarkan semakin marak terjadi pada malam hari.

Warga sekitar menyebut aksi keluar masuk para pelaku berlangsung hampir setiap malam dan diduga sudah lama terjadi tanpa adanya tindakan tegas.

Ironisnya, masyarakat mempertanyakan sikap kepala desa yang dinilai seolah pura-pura tidak mengetahui adanya aktivitas ilegal tersebut.

Padahal, kendaraan pengangkut kayu disebut kerap melintas di area desa menuju lokasi penampungan.

Sejumlah warga meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait Gakum (APH/DLHK) Provinsi segera turun langsung melakukan pengecekan & penindakan dikawasan hutan jenis kayu yang dilindungi diduga menjadi lokasi penalakan liar tersebut.

Mereka khawatir jika terus dibiarkan, kawasan hutan akan mengalami kerusakan parah dan mengancam lingkungan sekitar.

“Setiap malam ada aktivitas keluar masuk orang dari arah hutan. Kayu nyatoh Meranti dibawa keluar secara diam-diam.

Kami heran kok seperti tidak ada tindakan,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Warga juga berharap pemerintah daerah dan APH instansi terkait untuk bertindak tegas dan tidak menutup mata terhadap pembalakan liar di kawasan hutan Desa Bulin tersebut.

Selain merusak lingkungan, aktivitas tersebut dinilai dapat sangat merugikan negara dan memicu konflik di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan demi menyajikan informasi yang berimbang dan akurat.

(Al/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *