Penyaluran BLT DD di Desa Pampangan Disinyalir Tebang Pilih Tidak Tepat Sasaran.

 

Lampung Barat – (SIN) – Bantuan BLT DD di Desa Pampangan Kecamatan Sekincau terkesan tebang pilih tidak tepat sasaran, yang seharusnya BLT DD diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, atau tergolong tidak mampu guna untuk meringankan beban yang disebabkan Covid19, akan tetapi hal tersebut bertolak belakang dengan yang terjadi di Desa Pampangan, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat.

Menurut narasumber yang namanya tidak mau ditulis, adalah masyarakat setempat, menyampaikan kepada redaksi media SIN, banyak kejanggalan perangkat desa atau pratin dalam menyalurkan bantuan BLT DD di desa Pampangan Kecamatan Sekincau. Bagaimana tidak yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan sama sekali seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau yang bersumber dari Dana Desa (DD) BLT DD,” ucapnya.

Perangkat desa disinyalir membagikan bantuan hanya pada kerabat kepala desa atau Pratin saja, padahal masih banyak yang rumahnya belum layak seperti janda yang kesehariannya menafkahi 3 orang anak, ada lagi janda tua yang hidupnya sendirian tetapi tidak mendapatkan bantuan sama sekali,” katanya Kamis (21/4/2022).

BLT Dana Desa merupakan program jaring pengaman sosial untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Covid-19 telah menimbulkan dampak pada aspek sosial, ekonomi, dan keuangan selain dampaknya terhadap aspek kesehatan masyarakat, ini sudah jelas bermasalah kalau tidak tepat dalam penyaluranya.

Yang seharusnya penerima manfaat bisa meringankan beban ekonominya, tetapi disalah gunakan oleh oknum perangkat desa atau pratin yang mengutamakan kerabat atau saudara dekat dari perangkat desa, anehnya yang mampu dan ekonominya berkecukpan malah mendapatkan bantuan, ini jelas manipulasi data dan tidak bisa dibiarkan yang seharusnya tepat sasaran bagi penerima manfaat,” ujarnya dengan nada kesal.

Pada saat dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp pratin Desa Pampangan mengatakan, “Ada namanya mas komarudin, dia tahun kmarin bnpt kluar, eh thun ini gk kluar , sana sini …. Padahal bpk mertuanta dapat, kakek mertunya jg dapat, adik iparnya jg aparat desa bagian data, kata Agung.

“Mas nya kesini, nanti klp ada salag saya tegur kadus nya”. Tutupnya.

Kepada APH agar dapat segera menindaklanjuti terkait BLT DD dari tahun 2020 hingga saat ini yang disinyalir tebang pilih, agar Virus serupa tidak menular ke Desa lain.

 

(Red + Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *