Kotawaringin Barat – (SIN) – Musda Ke – 10 MUI yang diselenggarakan di Aula Bupati Kobar Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah pada Sabtu, 3 Februari 2024 dihadiri oleh peserta musda yaitu MUI provinsi Kalteng, MUI Kabupaten Kobar, MUI Kecamatan se Kobar, Pimpinan pondok pesantren, ormas islam (Muhammadiyah dan NU) serta tokoh islam perorangan. Dalam acara musda tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Dr. Drs. Budi Santosa, M.Si.
Disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara Musda ke-10 MUI Kabaputen Kotawaringin Barat dalam sambutanya bahwa acara ini terselenggara difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Pj. Bupati Kotawaringin Barat dan dihadiri oleh Ketua DPRD kabupaten Kotawaringin Barat, Ketua dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia provinsi Kalimantan Tengah, kepala OPD lingkup pemerintah daerah kabupaten Kotawaringin Barat , Kepala Kantor pengadilan Agama Kota Waringin Barat, ketua organisasi masyarakat Islam dan tokoh agama Islam, ketua dan segenap pengurus dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia kabupaten Kotawaringin Barat.
Telah hadir juga Ketua Majelis Ulama Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Habib serta dari unsur pimpinan pondok pesantren.
Ketua Panitia Mewakili segenap panitia musyawarah daerah MUI kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2023 menyampaikan kegiatan Musda ke – 10 sebagai berikut :
Pelaksanaan Musda ini adalah program kerja dari Majelis Ulama Indonesia masa Hikmat tahun 2018-2023. Surat keputusan pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kotawaring Barat tanggal 1 November tahun 2023 tentang pembentukan musyawarah daerah majelis ulama Indonesia ke-10. Melaksanakan evaluasi program kerja majelis Islam Indonesia kabupaten Kotawaringin Barat masa Hikmat tahun 2018 sampai tahun 2023. Merumuskan dan menetapkan program kerja pengurus Majelis Ulama Indonesia masa Hikmat tahun 2023-2028. Memilih dan menetapkan pengurus Majelis Ulama Indonesia kabupaten Kotawaringin Barat 2023 – 2028. Merumuskan kebijaksanaan dan rekomendasi dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kotawaring Barat dalam menyikapi dinamika kehidupan beragama bermasyarakat berbangsa dan bernegara antar ulama ulama Umaroh dan organisasi-organisasi Islam keagamaan Islam serta pengurus pondok pesantren dan tokoh-tokoh Agama Islam se kabupaten Kotawaringin Barat di Aula Sangga Buana pemerintah daerah kabupaten Kotawaringin Barat. 
Kita semua berharap dapat menjalin ukhuwah makin kokoh dan kobar makin Jaya. Dalam. Undanga resmi Kita undang adalah 1 pengurus Majelis Ulama Indonesia 2018-2023, Pengurus Majelis Ulama Indonesia provinsi Kalimantan Tengah 3 pengurus, Majelis Ulama Indonesia Kecamatan se kabupaten Kotawaringin Barat 5 pengurus, pengasuh pondok pesantren se-kabupaten Kotawaringin Barat 6 tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di barat.
Dari satu penyampaian laporan kegiatan pengurus Majelis Ulama Indonesia kabupaten Kotawaringin Barat masa Hikmat 2018-2023 akan dibahas dalam sidang-sidang pleno dan sidang komisi. Materi atau narasumber pertama nanti akan disampaikan oleh ketua pimpinan wilayah Majelis Ulama Indonesia provinsi Kalimantan Tengah. Sumber dana dan kegiatan ini adalah hibah dari pemerintah daerah kabupaten Kotawaringin Barat sebagaimana yang sudah masuk dalam Majelis Ulama Indonesia kabupaten Kotawaringin Barat. Segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak terkhusus kepada bapak PJ bupati yang telah memberikan bantuan moril maupun materiil.
Selanjutnya Sambutan dari ketua dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia provinsi Kalimantan Tengah haji Abu Bakar menyampaikan terima kasih kepada PJ Bupati Kobar yang telah memberikan semangat baru bagi seluruh pengurus MUI dan masyarakat di Kotawaringin Barat. Karena itu kami selaku Korwil bagian barat siap ditugaskan untuk mengampu wilayah itu. Dalam rangka pembinaan dan pengembangan peran Majelis Ulama di wilayah barat roda kehidupan umat Islam berhadapan dengan persoalan-persoalan kehormatan kita karena itu Majelis Ulama harus tampil beda untuk memberikan klarifikasi dalam persoalan-persoalan yang timbul. Kami sangat berharap pada Pak Bupati untuk memberikan dukungan moral. Pelaksanaan program kerja Majelis Ulama ini banyak terkait dengan persoalan-persoalan ke umatan.

Persoalan-persoalan kami disini yang memang perlu dukungan untuk kepentingan umat bukan untuk kepentingan pribadi. Perlu mendengar aspirasi masyarakat Islam di sini kira-kira apa yang diperlukan dalam rangka membangun organisasi ini, saya kira harus kita bersama-sama jalan bersama bangun bersama Insya Allah hasilnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat Islam dan seluruh masyarakat di Kotawaringin Barat.
Dan dalam sambutannya Bupati Kotawaringin Barat sekaligus membuka secara resmi musyawarah daerah ke – 10 majelis Ulama Indonesia kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2024 disampaikan mohon dalam Musda MUI ini dapat merumuskan rekomendasi yang sangat strategis untuk pengembangan umat Islam di kabupaten Kotawaringin Barat.
“Beberapa hari yang lalu kami kedatangan panitia Musda ke-10 MUI, kami hanya ingin rekomendasinya bisa kita terima dan kita laksanakan. Karena kita ini tentunya perhatian terhadap umat Islam yang mayoritas dan bukan berarti mengambaikan yang lain juga kita perhatikan”, Kata Bupati dalam sambutanya
Bupati juga menyampaikan , akhir akhir ini saya prihatin mendengar informasi ternyata petani-petani di ladang perkebunan sudah banyak yang kecanduan narkoba. Hal ini barangkali nanti kami berharap dapat menjalin kerja sama antara BNN dengan Majelis Ulama bagaimana untuk menangani masalah ini. Kasus ini mengendap seperti gunung es suatu saat akan meledak. Termasuk kenakalan remaja ambil di luar nikah dan sebagainya ini persoalan-persoalan sosial yang harus didukung peran Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam akhir Kesempatan PJ Bupati memberikan ucapan selamat kepada ketua terpilih Drs. H. Asroqi dari perwakilan NU Kabupaten Kobar dan
Drs. Ridwan, M.Pd terpilih sebagai sekretaris umum dari perwakilan Muhammadiyah daerah Kab Kotawaringin Barat masa khikmad 2023 – 2028. Diharapkan dalam menyusun program dan rekomendasi untuk dapat disampaikan ke kami sebagai bahan pembahasan selanjutnya. Seperti apa yang telah disampaikan dalam Musda untuk mencari solusi terhadap persoalan persoalan yang dihadapi umat beragama ini perlu adanya perhatian pembangunan manusia yang harus kita Tata kembali untuk membuat masyarakat kabupaten Kotawaringin Barat berjalan dengan baik sesuai dengan ajaran yang diyakini masing-masing. Disini juga hadir Kepala keuangan badan keuangan dan Aset daerah nanti kita carikan solusinya atas rekomendasi dari hasil Musda MUI ke – 10. Seperti halnya Masjid Agung sebagai kebanggaan kita disini kondisinya kurang perawatan lah makanya saya minta untuk dicukupkan untuk perawatannya karena ini semua menjadi kebanggaan kita bersama. Kita melihat masjid masjid Agung di Jawa kondisinya bersih dan terawat, tentunya hal ini menjadi cerminan untuk memberikan anggaran perawatan masjid Agung kita dapat terawat bersih dan nyaman bagi yang singgah, terutama jika ada tamu tamu dari luar daerah yang beribadah di Masjid Agung merasa nyaman sebagai tempat ibadah umat islam yang dibanggakan.
(Red)






