SATU TAHUN BADUNSANAK: LANGKAH KAPOLRES SOLOK DIMANA KEWIBAWAAN BERTEMU KEHARMONIAN 

Solok – (SIN) – Pada saat ini tepatnya di tanggal 18 April 2026, waktu seolah berhenti sejenak untuk merekam sebuah perjalanan indah. Genaplah satu tahun AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., memimpin langkah Polres Solok, Polda Sumatera Barat.

Satu tahun bukan sekadar hitungan hari, melainkan rentetan kisah tentang bagaimana sebuah kepemimpinan mampu mengubah wajah institusi menjadi lebih dekat, lebih bersih, dan lebih bermartabat.

Dengan tagline sederhana namun sarat makna, “Kapolres Badunsanak”, Ia hadir bukan hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai saudara yang mengayomi dan melindungi.

Jejak Emas di Setiap Langkah

Di bawah komandonya, prestasi bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukir nyata.

Seperti senja yang selalu membawa keindahan, capaian demi capaian hadir menghiasi perjalanan. Nilai sempurna 100 dari Kementerian Keuangan menjadi bukti pengelolaan yang jujur dan transparan, bahkan dianugerahi tiga penghargaan sekaligus dalam satu waktu.

Selain itu Sinergi yang terjalin erat dengan pemerintah daerah pun membuahkan pujian, di mana optimalisasi pajak kendaraan mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Kapolda dan Gubernur Sumatra Barat.

Satuan Lalu Lintas pun mencatat sejarah dengan Peringkat I se-Sumatera Barat, diikuti penghargaan manajemen anggaran terbaik dari KPPN.

Namun, mahkota yang paling bersinar datang ketika Polres Solok resmi menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Sebuah pengakuan nasional yang membuktikan bahwa di sini, integritas adalah nafas, dan kejujuran adalah jalan.

Memasuki tahun 2026, kepercayaan publik pun melambung tinggi, Peringkat II dari Ombudsman RI dengan predikat tingkat kepercayaan tertinggi. Itu semua jawaban bahwa pelayanan hati selalu membuahkan hasil yang manis.

Hukum yang Tegas, Hati yang Manusiawi

AKBP Agung Pranajaya mengajarkan satu filosofi yang dalam: Pedang keadilan harus tajam, namun sarungnya tetap lembut menyentuh kemanusiaan.

Di tangannya, penegakan hukum berjalan tegas tanpa kehilangan rasa. Ia menanamkan nilai keikhlasan dan profesionalisme, namun juga membuka ruang Restorative Justice, keadilan yang tidak hanya memandang aturan, tapi juga memuliakan manusia dan menjaga kerukunan.

Ia memimpin dengan hati, membuat setiap personel merasa seperti keluarga, bekerja bukan karena takut, tapi karena hormat dan cinta pada tugas.

Cinta yang Tercurah pada Rakyat

Seragam coklat itu bukan hanya simbol wibawa, tapi juga simbol pengabdian tanpa batas.

Bersama BAZNAS, tangan-tangan penolong terus terulur. Dari bantuan pengobatan yang menyembuhkan luka, beasiswa yang menerangi masa depan, hingga bedah rumah yang menghangatkan kasih sayang. Kapolres hadir bukan di balik meja, tapi turun ke lapangan, menyatu dengan denyut nadi rakyat.

Demi ketahanan pangan, lahan tandus diubah menjadi sawah yang subur. Demi masa depan anak bangsa, tiga dapur umum dibangun untuk program Makanan Bergizi Gratis, memastikan setiap tawa anak-anak tumbuh sehat dan kuat.

Bahkan dalam keheningan malam, semangat Gerakan Subuh Berjamaah terus digelorakan. Menyatukan hati dalam doa, sekaligus menyampaikan pesan kedamaian, menjauhkan narkoba dan segala penyakit masyarakat.

Satu Tahun yang Menginspirasi

Satu tahun kepemimpinan AKBP Agung Pranajaya merupakan bukti nyata. Bahwa kehebatan tidak hanya diukur dari pangkat dan jabatan, tapi dari seberapa dekat hati dengan rakyat, dan seberapa bersih niat dalam mengabdi.

Selamat ulang tahun kepemimpinan, Bapak Kapolres Badunsanak.

Teruslah menjadi pelita yang menerangi, menjadi benteng yang melindungi, dan menjadi kebanggaan yang tak pernah pudar bagi tanah Solok tercinta.

(LJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *