SMA Negeri 3 Pangkalan Bun Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriyah

Kotawaringin Barat – (SIN) – Dalam acara memperingati Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriyah dengan tema, “Jadikan Sholat Sebagai Kebutuhan dan Cahaya Untuk Kehidupan Dunia dan Akhirat !“ dilaksanakan pada Hari Selasa, 6 Februari 2024, Pukul 07.00 – selesai.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh seluruh warga sekolah yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sekitar 50 orang, siswa- siswi yang beragama islam sekitar 750 siswa, Komite SMA Negeri 3 Pangkalan Bun, Pengawas Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat, Ta’mir Masjid Al Fajar SMA Negeri 3 Pangkalan Bun.

Bertempat di halaman Masjid Al Fajar SMA Negeri 3 Pangkalan Bun.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia (Bapak Moh. Imam Syafi’I, S. Pd I), Menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari pra acara, acara dan pasca acara

Mengajak bersama untuk mengambil hikmah dan intisari dari peringatan ini.

Kepala Sekolah , yang diwakili oleh waka Humas (Bapak Mohammad Saleh, S. Pd) Mengajak warga sekolah untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, agar tetap asri dan nyaman, “Peringatan ini termasuk salah satu dari PHBI, sehingga harus tetap dilaksanakan, disamping sebagai agenda rutin, juga untuk menambah wawasan keislaman agar bisa meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT”. Terangnya.

Al Habib Ahmad Fadilah Bahsin, dalam sambutannya, “Isra’ Mi’raj ini adalah sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW tentang perintah shalat 5 waktu. Maka, perjuangan Nabi Muhammad yang begitu besar jangan disepelekan oleh anak-anak zaman milenial sekarang ini, Kita harus paksakan rajin dan tetap waktu, nanti lama-lama akan jadi terbiasa. Kalau sudah terbiasa akan membudaya, hingga terbentuklah karakter,” pungkasnya.

Lanjut Al Habib, “Sholat adalah amalan utama dan pertama yang akan dihisab kelak pada hari kiamat. Jika sholatnya baik, insyaAlloh semua amalan lain akan ikut menjadi baik, dan jika amalan sholatnya buruk, maka sudah amalan yang lainpun ikut menjadi buruk.

Tidak ada ungkapan “Pensiun Sholat“, karena sholat tetap harus dikerjakan dalam situasi dan kondisi apapun. Adapun bagi kaum hawa, ada masa dimana tidak diperbolehkan sholat, ketika sedang haid atau nifas, yang selanjutnya diwajibkan Kembali Ketika sudah suci dari hal tersebut”. Tutupnya.

(Dedy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *